LEBAK – Penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Lebak menunjukkan tren yang masih mengkhawatirkan. Hingga awal Juni 2026, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lebak mencatat sebanyak 391 kasus DBD telah ditemukan di berbagai wilayah.
Angka tersebut menjadi sinyal bahwa upaya pencegahan di tingkat lingkungan belum berjalan optimal. Kondisi cuaca yang mendukung perkembangbiakan nyamuk serta masih ditemukannya genangan air di permukiman warga dinilai menjadi faktor yang memicu peningkatan kasus.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kabupaten Lebak, dr. Firman Rahmatullah, mengatakan jumlah kasus berpotensi terus bertambah apabila masyarakat tidak aktif melakukan pemberantasan sarang nyamuk secara rutin.
“Jumlah kasus DBD saat ini sudah mencapai 391 kasus. Jika pencegahannya tidak dilakukan secara serius, kemungkinan kasus akan terus bertambah,” ujar Firman, Sabtu (6/6/2026).
Menurutnya, langkah paling efektif untuk menekan penyebaran DBD bukan hanya mengandalkan penanganan medis, tetapi juga memutus siklus hidup nyamuk penyebab penyakit tersebut. Karena itu, masyarakat diminta menerapkan gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup rapat wadah penyimpanan air, serta mendaur ulang atau mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.
Selain itu, penggunaan larvasida seperti Abate juga dinilai penting untuk membunuh jentik nyamuk yang berada di bak mandi maupun penampungan air lainnya.
Dinkes Lebak menilai keberhasilan pengendalian DBD sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat. Pasalnya, sebagian besar lokasi perkembangbiakan nyamuk berada di lingkungan rumah dan permukiman warga.
Firman juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala awal DBD seperti demam tinggi mendadak, nyeri kepala, nyeri otot, hingga muncul bintik merah pada kulit. Pemeriksaan sejak dini diperlukan untuk mencegah kondisi pasien memburuk.
“Dengan meningkatnya kewaspadaan dan partisipasi masyarakat, diharapkan penyebaran DBD dapat ditekan sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih luas,” katanya.
Meski belum ada laporan kejadian luar biasa (KLB), lonjakan ratusan kasus dalam lima bulan terakhir menjadi peringatan bagi seluruh pihak untuk memperkuat upaya pencegahan sebelum memasuki periode yang berpotensi meningkatkan populasi nyamuk pembawa virus dengue.
Penulis: Sandi Sudrajat
Editor: Usman Temposo
