Beranda Kesehatan Kasus DBD di Lebak Capai 793 Kasus, Tiga Orang Meninggal

Kasus DBD di Lebak Capai 793 Kasus, Tiga Orang Meninggal

Ilustrasi - foto istimewa ohayo.co.id

LEBAK — Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Lebak terus meningkat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Lebak mencatat 793 kasus sepanjang Januari hingga Agustus 2026, tiga pasien meninggal dunia akibat penyakit tersebut.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Lebak, Nining Tilawah mengatakan, angka tersebut naik 191 kasus dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencapai 602 kasus.

“Januari sampai Agustus 2025 ada 602 kasus, sehingga jika dibandingkan dengan tahun 2026 ada peningkatan sebanyak 191 kasus,” kata Nining kepada BantenNews.co.id, Jumat (25/9/2026).

Rangkasbitung menjadi wilayah dengan kasus DBD tertinggi. Dinkes mencatat 148 kasus atau sekitar 18,6 persen dari total kasus di Kabupaten Lebak.

Nining mengatakan, perubahan iklim, suhu hangat, kepadatan penduduk, serta buruknya pengelolaan air ikut mendorong perkembangan nyamuk Aedes aegypti. Genangan air juga menjadi tempat berkembang biak nyamuk penyebab DBD.

“Motor lainnya adalah penduduk yang padat dan pengelolaan air yang kurang baik, sehingga menimbulkan tempat perindukan nyamuk,” ujarnya.

Dari 793 kasus tersebut, tiga pasien meninggal dunia. Angka kematian itu menambah kewaspadaan terhadap penyebaran DBD di Lebak.

“Sejauh ini sudah ada tiga orang yang meninggal dunia akibat DBD di Kabupaten Lebak,” kata Nining.

Dinkes Lebak terus mendorong masyarakat menjalankan gerakan 3M Plus untuk memutus rantai perkembangbiakan nyamuk.

Masyarakat perlu menguras dan menutup tempat penampungan air, serta mengubur atau menyingkirkan barang yang dapat menampung air.

Masyarakat juga perlu menggunakan pakaian tertutup, obat antinyamuk, serta memasang kawat kasa pada lubang ventilasi.

Nining meminta warga tidak menggantung pakaian bekas pakai karena nyamuk dewasa dapat menjadikannya tempat beristirahat.

Nining juga meminta warga memeriksa jentik nyamuk minimal sekali dalam sepekan. Jika warga menemukan jentik, mereka harus segera membersihkan tempat perkembangbiakannya.

Baca Juga :  Percepatan Penurunan Stunting, Menteri KPK Turun ke Lebak

“Sehingga populasi nyamuk akan menurun dan potensi penularan DBD di Kabupaten Lebak juga akan mengalami penurunan,” jelasnya.

Bagi warga yang hendak meninggalkan rumah lebih dari satu pekan, Nining meminta mereka mengeringkan atau menutup rapat tempat penampungan air.

“Jika mau bepergian, salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah DBD di antaranya menutup tempat penampungan air untuk mencegah nyamuk bertelur di permukaan air,” tandasnya.

Penulis : Mg-Aldo Marantika
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd