Beranda Pemerintahan Kasmirah Bertahan di Gubuk Reyot

Kasmirah Bertahan di Gubuk Reyot

Kasmirah, waga Kampung Bojongmanuk RT 10 RW 05, Desa Pasirampo, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang, Banten. (Foto: istimewa)

TANGERANG – Kasmirah (52) masih bersyukur meski tinggal di gubuk reyot. Warga Kampung Bojongmanuk, RT 10 RW 05, Desa Pasir Ampo, Kecamatan Keresek, Kabupaten Tangerang, Banten itu sudah pasrah dengan kondisi rumah yang sewaktu-waktu bisa ambruk karena lapuk dimakan usia.

Bilik bambu rumah sudah lapuk dan berlubang di sana sini. Sebagian rusak dan harus ditambal dengan terpal dan sisa sepanduk partai politik. Bagian atap berlubang dan bocor tiap kali hujan tiba.

Kondisi rumah Kasmirah dari bagian dalam.

Ia tak meminta apapun kepada pemerintah setempat, meski hidup di bawah garis kemiskinan. Ia masih berterima kasih kepada tetangga yang kadang-kadang memberikan sepiring nasi. Sisanya, ia menerima uluran tangan anak-anaknya yang tak seberapa.

Ketika tubuhnya masih kuat, Kasmirah bisa menyambung hidup dari penghasilan sebagai buruh tani. Namun beberapa tahun belakangan, ia sering sakit-sakitan. “Nggak bisa terlalu capek, kepala langsung pusing, berkunang-kunang,” kata Kasmirah.

Joni, Rukun Tetangga (RT) setempat menuturkan, Kasmirah hidup di bawah garis kemiskinan. Sebelumnya, perempuan paruh baya itu juga kerap sakit-sakitan. “Nggak punya BPJS. Paling kalau berobat juga kalau ada yang bantu ke klinik.”

Anak-anak Kasmirah, kata Joni, sudah berkeluarga. Menurut Joni, kondisi ekonomi mereka juga tidak begitu baik. “Untuk makan mereka aja pada susah. Pada nganggur.” Kasmirah tinggal di rumah tersebut seorang diri.

Joni menambahkan, ada tiga rumah tidak layak huni (RTLH) di lingkungannya. Kondisinya sudah sangat parah. Rata-rata berdindik bilik bambu. Sejauh ini belum ada program perbaikan rumah dari pemerintah baik di tingkat desa maupun kabupaten.

Data yang diambil dari Dinas Sosial Kabupaten Tangerang 2017 silam, sebanyak 1.134 rumah tidak layak huni (RTLH) tersebar di beberapa kecamatan di Kabupaten Tangerang. Jumlah itu terus bertambah berdasarkan hasil pengawasan di lapangan. (you/red)