SERANG – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten, Ati Pramudji Hastuti, mengungkapkan hasil Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) tahun 2025 menunjukkan tingginya temuan penyakit tidak menular pada balita hingga siswa sekolah dasar.
Dua masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan pada anak-anak di Banten adalah karies gigi dan gangguan penglihatan. Sepanjang 2025, program CKG telah menjangkau sekitar 36 persen dari total penduduk Provinsi Banten.
“Pada anak usia sekolah, mulai dari balita hingga siswa SD, yang paling banyak ditemukan adalah karies gigi, kemudian nomor dua gangguan penglihatan,” ujar Ati, Jumat (20/2/2026).
Ia menjelaskan, pola konsumsi makanan manis seperti permen dan jajanan tinggi gula menjadi salah satu faktor utama penyebab karies gigi. Selain itu, edukasi menyikat gigi yang sebelumnya rutin dilakukan di sekolah-sekolah kini semakin jarang diterapkan.
Menurut Ati, perubahan perilaku menjadi kunci utama untuk menekan angka karies pada anak. Anak-anak perlu dibiasakan menyikat gigi secara benar dan teratur, serta mengurangi konsumsi makanan yang berisiko merusak kesehatan gigi.
“Saya meminta PDGI (Persatuan Dokter Gigi Indonesia) untuk bersama-sama melakukan edukasi. Nantinya akan ada momentum sikat gigi massal bagi seluruh anak SD di Provinsi Banten,” katanya.
Sementara itu, terkait gangguan penglihatan yang menjadi temuan terbanyak kedua, Dinas Kesehatan Provinsi Banten akan menggandeng Ikatan Profesi Optometris Indonesia (IROPIN) untuk menyediakan kacamata gratis bagi anak sekolah yang membutuhkan.
Penyediaan alat bantu penglihatan tersebut diharapkan dapat membantu anak-anak kembali mengikuti proses pembelajaran secara optimal.
“IROPIN akan menyediakan kacamata gratis bagi anak-anak sekolah. Mudah-mudahan program CKG yang telah kita lakukan dapat ditindaklanjuti dengan menggandeng berbagai organisasi profesi,” ujar Ati.
Penulis: Audindra Kusuma
Editor: Usman Temposo
