Beranda Peristiwa Karantina Pertanian Cilegon Perkuat Fungsi Inteligen, PPNS dan Polsus

Karantina Pertanian Cilegon Perkuat Fungsi Inteligen, PPNS dan Polsus

Guna memperkuat fungsi Inteligen, PPNS dan Polsus, Karantina Pertanian Cilegon menggelar Pelatihan Griyaan - foto istimewa

CILEGON – Guna memperkuat fungsi Inteligen, PPNS dan Polsus, Karantina Pertanian Cilegon menggelar Pelatihan Griyaan selama 2 hari (22-23 Januari) di BBPKH Cinagara Bogor.

Sebagai narsumber hari pertama Letkol Heri Budiasto dari BAIS TNI dan Drs. Djafar N Hamzah dari Ploda Banten dan narasumber hari kedua yakni Kapus KKIP Ir. Junaidi, Acara diikuti oleh peserta dari UPT Karantina Pertanian Cilegon dan juga dari beberapa UPT Karantina Pertanian di Sumatera dan lainnya secara daring.

Junaidi menjelaskan tentang pentingnya peningkatan fungsi inteligen, polsus dan penyidikan dalam pengawasan lalu lintas media pembawa OPTK/HPHK di pelabuhan penyeberangan, diantaranya pejabat karantina harus memahami peran Barantan, penyelenggaraan karantina dan tujuannya, pedoman tupoksi, ancaman perkarantinaan Indonesia, modus pemasukan dan pengeluaran media pembawa illegal serta penguatan pengawasan tingkat manejerial.





Ditengah diskusi dengan peserta, Junaidi berpesan agar pejabat Karantina bisa menjadi pejabat karantina yang militan.

“Berikan perhatian yang proporsional. Terutama untuk produk ekspor harus didukung. Hati-hati dalam melakukan penindakan, fokus pada tugas fungsi karantina dan jangan lupa tetap lakukan tindakan sesuai SOP. Tingkatkan koordinasi, komunikasi dan singkron data antar UPTKP diutamakan yang menjadi tetangga seberangnya,” tegas Junaidi melalui siaran tertulis, Minggu (24/1/2021).

Sementara itu, Kepala Balai Karantina Pertanian Cilegon, Arum Kusnila Dewi
menjelaskan mengingat hal nyata di penyeberangan Merak-Bakauheni yang tinggi frekuensi lalulintas media pembawa HPHK dan OPTK maka diharapkan kerja tim pegawai BKP Cilegon bisa maksimal.

“Ditinggatkan fungsi kewasdakan, mitra instansi terkait dan kontinyu, konsiten serta berintegritas. Tentunya disiapkan dukungan kajian dan analisa dalam langkah strategis,” ujar Arum.

(Red)