Beranda Peristiwa Kapolresta Tangerang Harap Serikat Pekerja Rayakan Hari Buruh dengan Kegiatan Positif

Kapolresta Tangerang Harap Serikat Pekerja Rayakan Hari Buruh dengan Kegiatan Positif

291
0

KAB. TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro mengharapkan, kegiatan Mayday (Hari Buruh) yang tahun ini jatuh pada saat bulan Ramadan bisa diisi dengan kegiatan positif.

Pernyataan itu disampaikan Wahyu saat bersilaturahmi dengan unsur serikat buruh, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), dan unsur Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tangerang di di PT. Indonesia Stanley Elektric di Kawasan Industri Millenium, Desa Peusar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Kamis (8/4/2021).

Pada kegiatan itu, turut hadir Dandim 0510 Tigaraksa Letkol Inf Bangun Siregar dan 15 perwakilan dari organisasi atau serikat buruh/pekerja wilayah Kabupaten Tangerang.

Orang nomor satu di Polresta Tangerang Polda Banten ini menyampaikan, kegiatan positif yang dimaksud di antaranya dengan melaksanakan kegiatan santunan atau kegiatan lain yang berdimensi sosial kemasyarakatan.

Wahyu juga menyampaikan, program yang sedang digenjot Pemerintah saat ini salah satunya adalah program percepatan pemulihan ekonomi dalam masa pandemi Covid-19. Terkait hal itu, Wahyu mengajak semua elemen termasuk pekerja dan pengusaha untuk turut membantu menyukseskan program itu.

“Kami mohon kerjasamanya dan dukungan dari seluruh masyarakat baik para pengusaha maupun serikat pekerja agar tetap menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin kepada diri sendiri dan disiplin di masyarakat dengan saling bekerja dan gotong-royong saling mengingatkan,” papar Wahyu dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (9/4/2021)

Wahyu pun berharap, pasca-pandemi Covid-19, Kabupaten Tangerang bisa menekan angka pengangguran. Dengan demikian, laju pertumbuhan ekonomi bisa mengalami stabilitas.

“Perlu kerja sama semua pihak. Pekerja dan pengusaha harus meningkatkan intensitas komunikasi, misalnya dengan membuat grup WhatsApp yang isinya unsur serikat, pengusaha, dan pemerintah, Dandim, Kapolres,” ujarnya.

Wahyu mengingatkan, apabila permasalahan buruh sudah memasuki ranah pidana, maka akan dilakukan proses penyelidikan dan/atau penyidikan. Dikatakan bahwa prinsipnya, Kepolisian adalah institusi penyeimbang karena polisi adalah pelayan, pengayom, dan pelindung masyarakat.

“Kami sebagai penyeimbang terkait permasalahan buruh di mana polisi sebagai pelayan, pengayom, dan pelindung masyarakat,” tandasnya.

(Ren/Red)