Beranda Hukum Kapolda Baru Diminta Kaji Ulang Penghentian Kasus Bos Tambang Emas Ilegal

Kapolda Baru Diminta Kaji Ulang Penghentian Kasus Bos Tambang Emas Ilegal

383
0
Satgas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) Polda Banten menemukan dugaan penggunaan zat kimia lain selain merkuri dalam aktivitas pengolahan hasil tambang emas.

 

SERANG – Forum Silaturahmi Mahasiswa Banten (FSMB), akan menggelar aksi damai di depan Markas Polda (Mapolda) Banten pada Kamis (14/5/2020) nanti.

Aksi damai itu dilakukan mahasiswa, sebagai bentuk dorongan kepada Kapolda Banten yang baru saja dilantik, Irjen Pol Fiandar, agar mengkaji kembali keputusan Surat penghentian Penyidikan Perkara (SP3) kepada salah satu tersangka Penambangan Ilegal Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Lebak berinisial MT.



Ketua FSMB Aziz Awaludin mengatakan, aksi damai itu akan dilakukan pihaknya, untuk mewakili masyarakat di Kabupaten Lebak yang menjadi korban bandang dan tanah longsor pada awal Januari 2020 lalu.

Selain itu, Aziz juga mewakili kegelisahan masyarakat atas putusan SP3 yang dikeluarkan oleh Polda Banten kepada salah satu tersangka.

“Masyarakat Lebak banyak yang bertanya mengenai langkah Polda Banten yang mengeluarkan SP3 terhadap MT atau bos tambang terkenal di Lebak bahkan Banten,” kata Azis Awaludin, Senin (11/05/2020).

Menurut Aziz, berdasarkan fakta yang dia peroleh di lapangan, MT selaku Bos PETI telah melakukan penambangan ilegal pasca keluar dari penjara pada tahun 2019. Artinya, MT telah melakukan pengulangan di 2019 dengan kembali melakukan aktivitas penambangan secara ilegal.

“Sebelum terjadi bencana alam, masyarakat melihat langsung aktivitas penambangan ilegal. Itu setelah MT keluar dari dari penjara pada tahun 2019. Aktivitas itu dilakukan kembali oleh MTm makanya saya heran, kok bisa SP3 yah,” terangnya.

Maka dengan adanya pergantian kepemimpinan baru, Azis mendesak Kapolda Banten membuka dan membedah kembali keputusan SP3. Sebab, hal itu dianggap bertolak belakang dengan kenyataan di lapangan.

“Kami meminta dan mendesak Kapolda baru untuk membedah kembali kasus SP3 MT. Kalau tidak didengar, kami akan melanjutkan perjuangan ini ke Mabes Polri untuk somasi Polda Banten,” tegasnya. (You/Red)