Beranda Peristiwa Kantor Walikota Cilegon Dikuasai ‘Teroris’, Sejumlah Pejabat Disandera

Kantor Walikota Cilegon Dikuasai ‘Teroris’, Sejumlah Pejabat Disandera

Latihan Operasi Pembebasan tawanan terhadap Prajurit TNI dan pejabat pemerintah yang dilaksanakan di Kantor Walikota Cilegon, Sabtu (22/1/2022).

CILEGON – Kantor Walikota Cilegon dikuasai teroris atau sekelompok bersenjata yang juga telah menawan Prajurit TNI dan pejabat pemerintah setempat. Suasana pun begitu menegangkan. Komando Pasukan Khusus (Kopassus) melakukan Operasi pembebasan tawanan.

Demikian dalam skenario latihan Operasi Pembebasan tawanan terhadap Prajurit TNI dan pejabat pemerintah yang dilaksanakan di Kantor Walikota Cilegon, Sabtu (22/1/2022) malam.

Kopassus merupakan bagian dari Komando Utama (KOTAMA) tempur yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat, Indonesia.

Sebagai pasukan khusus, Kopasus memiliki kemampuan khusus seperti mampu bergerak cepat di setiap medan, pengintaian, menembak dengan tepat dan anti teror.

Kopasus memiliki sejumlah tugas penting seperti Operasi Militer Perang (OMP) di antaranya yaitu Direct Action berupa serangan langsung untuk menghancurkan logistik musuh, Anti Teror, Advance Combat Intelligence (Operasi Inteligen Khusus) dan Combat SAR.

Kopassus juga memiliki tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP) seperti Humanitarian Asistensi (bantuan kemanusiaan), perbantuan terhadap kepolisian/pemerintah, AIRSO (operasi anti insurjensi, separatisme dan pemberontakan) dan SAR Khusus serta Pengamanan VVIP.

Pada kegiatan Latihan ini, Batalyon 13 Grup 1 Kopassus yang  bermarkas di Kota Serang, Banten di Pimpin oleh Komandan Batalyon Mayor Inf Yudho Setyono melaksanakan latihan Operasi Pembebasan tawanan terhadap Prajurit TNI dan pejabat pemerintah.

Yang dimana pada latihan ini di Skenariokan bahwa Kantor Walikota Cilegon telah dikuasai oleh kelompok bersenjata yang juga telah menawan Prajurit TNI dan pejabat pemerintah setempat, sehingga segera harus dilaksanakan Operasi Pembebasan Tawanan terhadap prajurit TNI dan pejabat pemerintah yang ditawan oleh musuh.

Adapun harapan dari terlaksananya Latihan tersebut yaitu untuk memelihara kemampuan kesiapan tempur Prajurit Batalyon 13 Grup 1 Kopassus agar senantiasa selalu siap sedia dalam menghadapi setiap ancaman dan gangguan yang datang dari dalam maupun dari luar.

Dan juga latihan tersebut merupakan bagian dari Program latihan Batalyon 13 Grup 1 Kopassus yang setiap tahunnya akan terus dilaksanakan untuk mempersiapkan prajurit agar selalu siap menghadapi tugas-tugas kedepan. Yang paling utama adalah untuk menciptakan situasi dan kondisi yang aman bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

(Man/Red)