Beranda Komunitas Kantor Bahasa Banten Tekankan Upaya Pemertahanan Bahasa Daerah

Kantor Bahasa Banten Tekankan Upaya Pemertahanan Bahasa Daerah

1423
0
Kepala Kantor Bahasa Provinsi Banten Halimi Hadibrata. (Gambar tangkap layar Zoom)

SERANG – Kantor Bahasa Provinsi Banten menyelenggarakan kegiatan bincang bahasa bertajuk “Pemertahanan Bahasa Daerah di Banten”, Jumat (2/10/2020). Berlangsung secara daring melalui media Zoom Meeting, kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Bulan Bahasa dan Sastra (BBS) tahun 2020.

Kepala Kantor Bahasa Provinsi Banten Halimi Hadibrata selaku pembicara mengatakan, ketika tidak bisa menempatkan fungsi bahasa yang terbagi antara Bahasa Indonesia dan bahasa daerah dengan baik, yang terjadi adalah tergesernya fungsi bahasa daerah itu sendiri.

“Misalnya adalah upacara pernikahan, ketika berasal dari suku yang sama, mengapa harus menggunakan Bahasa Indonesia ketika memiliki bahasa daerah yang sama? Di situlah ketika kita mencintai bahasa daerah, kita seharusnya (bisa) mempertahankan,” kata Halimi.



Sikap negatif atau ketidaknyamanan dalam menggunakan bahasa daerah seiring waktu akan membuat bahasa daerah terancam punah. Dikatakan Halimi, hal ini juga akan berdampak pada lenyapnya nilai-nilai budaya yang ada pada bahasa daerah.

Dalam upaya pertahanan bahasa daerah di Provinsi Banten, secara teknis dikatakan Halimi setidaknya memerlukan dua upaya.
Pertama, melalui pemetaan hubungan kekerabatan antar bahasa daerah di Provinsi Banten. Selanjutnya adalah dokumentasi berupa merekam cara-cara penuturan bahasa daerah dan penyusunan kamus bahasa daerah.

“Untuk upaya pemertahanan yang lebih nyata, kita harus melakukan konservasi bahasa daerah, yang dilakukan melalui pembinaan melalui pengajaran bahasa daerah dan menggiatkan komunitas bahasa daerah,” ujar Halimi.

Disamping itu, Halimi juga menegaskan bahwa penting untuk dilakukan revitalisasi, yaitu mengembalikan fungsi bahasa daerah pada ranah tempatnya berfungsi untuk bisa mempertahankan penggunannya.

“Seperti adanya pengajaran bahasa daerah di sekolah itu tidak menjamin kebertahannya bahasa daerah kalau tidak dipergunakan di ranah keluarga atau pergaulan masyarakat,” katanya.

Sesuai namanya, kegiatan ini mengundang perbincangan menarik tidak hanya dari Halimi sebagai pembicara, tetapi juga para peserta yang aktif memberikan tanggapan dan pertanyaan terkait upaya pemertahan bahasa daerah.

Banyak dari peserta berharap forum perbincangan bahasa seperti yang kali ini dilakukan oleh Kantor Bahasa Banten bisa terus digalakkan ke depannya.

“Mari kita sama-sama berupaya mengaktifkan penggunaan bahasa daerah. Judulnya mempertahankan bahasa, tetapi sebetulnya pengaruhnya sangat luas. Ada sastra, kesenian, menghidupkan kembali wayang dan dongeng, termasuk pernikahan dan keagamaan,” tutup Halimi. (Afifah/mg/red)