Beranda Pendidikan Kamus Bahasa Cilegon Dirilis, Upaya Pelestarian Bahasa Daerah

Kamus Bahasa Cilegon Dirilis, Upaya Pelestarian Bahasa Daerah

Entik Atiqoh saat menemui Wakil Ketua I DPRD Cilegon, Hasbi Sidik. (Gilang)

CILEGON – Kamus “Mengenal Kata dan Strukturnya Bahasa Indonesia – Jawa Cilegon Banten” akan segera dirilis dalam waktu dekat. Entik Atiqoh, sang penulis menuturkan kamus hasil revisi yang ketiga sejak awal diterbitkan pada 2014 silam ini memuat kosa kata Jawa Halus (santun) dan pergaulan yang belakangan menurutnya sudah jarang digunakan masyarakat.

“Memang bahasa Cilegon Banten ini sudah sangat jarang digunakan, khawatir hilang maka saya menulis buku ini dengan mengumpulkan setiap kata itu satu persatu. Seperti dari anggota tubuh kita, nama-nama pohon, setiap nama bagian bangunan sampai apa saja nama peralatan di rumah,” ujarnya, Kamis (21/10/2021).

Sekretaris Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon ini menuturkan, khazanah kosa kata dalam kamus itu rencananya akan ia kupas saat menjadi pembicara dalam seminar nasional “Konservasi Bahasa Jawa Serang di Provinsi Banten” yang akan dihelat oleh Kantor Bahasa Provinsi Banten (KBPB) pekan depan.

“Dalam kamus revisi yang ketiga ini telah dilengkapi dengan bahasa Indonesia, bahasa Jawa Cilegon Banten yang halus dan pergaulannya, jadi akan semakin mempermudah pembaca untuk mempelajarinya,” imbuhnya.

Sementara Wakil Ketua I DPRD Cilegon, Hasbi Sidik tidak menampik bila budaya yang heterogen pada daerah industri seperti di Kota Cilegon telah menjadikan penggunaan bahasa Cilegon semakin rendah. Namun ia segera mengapresiasi adanya bagian dari upaya untuk pelestarian bahasa daerah yang merupakan warisan budaya leluhur tersebut.

“Bahasa itu adalah identitas, maka tentu saya menyambutnya dengan baik. Bila perlu upaya pelestarian bahasa daerah ini tidak sebatas perwal (Peraturan Walikota) saja yang mengatur ‘Kamis Bebasan’, tetapi lebih dari pada itu. Kami ingin, pemerintah daerah juga mampu menerapkan bahasa Cilegon ini dapat menjadi muatan lokal di sekolah-sekolah, hingga kamus ini dapat menjadi rujukan komunikasi sehari-hari,” ujarnya.

Di bagian lain Qizink La Aziva, Pendiri Komunitas Bahasa Jawa Serang menyambut baik kehadiran kamus yang diharapkan dapat menambah pengetahuan masyarakat terhadap khazanah bahasa daerah yang ada di Banten.

“Bahasa sebagai salah satu kekayaan budaya bangsa patut dilestarikan. Kehadiran sebuah buku terkait bahasa daerah merupakan salah satu upaya untuk melestarikannya. Dengan adanya buku ini, semoga semakin banyak masyarakat yang mau mempelajari bahasa daerah sehingga bahasa Jawa dialek Cilegon tetap terjaga kelestariannya,” katanya.

(dev/red)