Beranda Pemerintahan Kali Serua Kota Tangerang Dinormalisasi, Sedimentasi Diangkat untuk Kurangi Risiko Banjir

Kali Serua Kota Tangerang Dinormalisasi, Sedimentasi Diangkat untuk Kurangi Risiko Banjir

Kali Serua Kota Tangerang Dinormalisasi - Foto istimewa

TANGERANG – Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang memanfaatkan musim kemarau untuk melakukan normalisasi Kali Serua di Kecamatan Ciledug sebagai bagian dari upaya mengurangi potensi banjir saat musim hujan tiba.

Pekerjaan dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang melalui Tim Pemeliharaan Sumber Daya Air. Normalisasi difokuskan pada pengangkatan sedimentasi serta pembersihan alur sungai yang menjadi bagian dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Angke.

Kepala Dinas PUPR Kota Tangerang, Taufik Syahzaeni, mengatakan pengerjaan dilakukan untuk mengembalikan kapasitas tampung aliran air yang selama ini berkurang akibat endapan lumpur dan sampah.

“Musim kemarau menjadi waktu yang tepat untuk melakukan pekerjaan normalisasi. Sedimentasi yang menumpuk diangkat agar kapasitas sungai kembali optimal sebelum memasuki musim penghujan,” kata Taufik, Jumat (17/7/2026).

Menurutnya, Kali Serua merupakan salah satu saluran yang berperan mengalirkan debit air menuju sistem DAS Kali Angke. Karena itu, kondisi sungai perlu dijaga agar aliran air tetap lancar dan tidak memicu genangan di kawasan permukiman sekitar.

Dalam pelaksanaannya, Dinas PUPR juga mengerahkan alat berat untuk mempercepat pengerukan sedimentasi dan pembersihan badan sungai. Penggunaan alat berat dinilai dapat mempercepat penyelesaian pekerjaan sekaligus memastikan volume endapan yang diangkat lebih maksimal.

Taufik menjelaskan, normalisasi di Kali Serua bukan menjadi satu-satunya pekerjaan yang dilakukan selama musim kemarau. Pemerintah Kota Tangerang telah menyusun agenda normalisasi di sejumlah sungai dan saluran drainase lain yang berada di wilayah rawan banjir.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pengurangan risiko banjir melalui peningkatan fungsi infrastruktur pengendali banjir, termasuk pemeliharaan sungai, drainase, serta saluran air yang mengalami pendangkalan.

Sebelumnya, Pemkot Tangerang juga melakukan normalisasi Situ Bulakan yang progres pengerjaannya telah mencapai sekitar 80 persen. Pekerjaan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas tampung air sekaligus mendukung sistem pengendalian banjir di wilayah Kota Tangerang.

Baca Juga :  Jembatan Penghubung Bayur Mulai Beroperasi, Pemkot Tangerang Klaim Kemacetan Bayur–Cadas Berkurang

Melalui rangkaian normalisasi yang dilakukan selama musim kemarau, pemerintah daerah menargetkan kapasitas aliran sungai dan saluran air dapat kembali optimal sehingga mampu mengurangi potensi banjir ketika intensitas hujan meningkat pada musim penghujan mendatang.

Tim Redaksi