Beranda Pemerintahan Kakek Viral yang Ikat Perut demi Tahan Lapar Akhirnya Dapat Bantuan dari...

Kakek Viral yang Ikat Perut demi Tahan Lapar Akhirnya Dapat Bantuan dari Pemkab Lebak

Tangkapan layar Madhalim Saat mengikat perutnya menggunakan tali plastik saat berjualan kangkung. (Istimewa)

LEBAK – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak akhirnya mendatangi rumah Madhalim (84), kakek yang viral di media sosial karena mengikat perutnya dengan tali plastik untuk menahan lapar saat berjualan kangkung di Desa Kertaraharja, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, Banten.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lebak, Lela Gifty Cleria, mengatakan Pemkab melalui Dinsos telah menyalurkan bantuan logistik kepada Madhalim dan keluarganya.

“Madhalim tinggal bersama istri dan seorang putrinya di sebuah gubuk bekas pabrik kopra. Adapun bantuan logistik yang diberikan berupa sembako, peralatan rumah tangga, kasur, serta family kit,” kata Lela kepada awak media, Rabu (29/7/2026).

Lela menjelaskan, Madhalim telah terdata sebagai masyarakat dalam desil 1 dan menjadi penerima BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI). Sementara istrinya juga tercatat sebagai penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Ya, Madhalim merupakan penerima manfaat bantuan dari pemerintah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Lebak, Iyan Fitriana, menyampaikan bahwa kebutuhan paling mendesak bagi Madhalim saat ini adalah tempat tinggal yang layak.

Menurutnya, pemerintah desa akan berupaya mencarikan lahan bengkok agar dapat dibangun rumah bagi Madhalim.

“Saat ini yang dibutuhkan Madhalim yakni rumah. Maka Pemkab Lebak tengah menyiapkan usulan pembangunan Rumah Sejahtera Terpadu (RST) melalui UPT Baznas Provinsi Banten,” kata Iyan.

Sebelumnya, Madhalim menjadi sorotan publik setelah video dirinya mengikat perut dengan tali plastik saat berjualan kangkung di wilayah Desa Kertaraharja, Kecamatan Banjarsari, viral di media sosial. Aksi tersebut dilakukan untuk menahan rasa lapar dan mengundang simpati banyak pihak.

Penulis: Sandi Sudrajat
Editor: Usman Temposo