Beranda Peristiwa Kakak Korban Aksi 22 Mei Asal Pandeglang Sempat Larang Korban ke Monas

Kakak Korban Aksi 22 Mei Asal Pandeglang Sempat Larang Korban ke Monas

239
0
Suasana di rumah duka Abdul Aziz. (Memed/bantennews)

PANDEGLANG – Abdul Azis, warga Pandeglang menjadi salah satu korban tewas pada aksi kericuhan aksi 22 Mei di Jakarta. Anjas, kakak korban sempat melarang adiknya berangkat menemui teman-temannya di Monas.

Anjas menuturkan, pada Senin (20/5/2019) dini hari korban meminta izin untuk bertemu temannya di Tugu Monas. Anjas sempat melarang korban untuk pergi, namun korban tetap berangkat pada paginya. Anjas mengaku sempat beberapa kali menghubungi sang adik untuk mempertanyakan keadaannya.

Sekitar pukul 11.00 WIB siang dirinya mendengar kabar dari korban bahwa sang adik sudah berkumpul dengan temannya, setelah itu dirinya tidak mendapat kabar dari korban lagi hingga adiknya yang lain memberi informasi bahwa Abdul Azis telah meninggal.

“Pas jam 11 siang saya telpon lagi dia bilang udah kumpul sama orang Kuningan katanya, nah dari situ udah ga ada kontak karena saya juga lagi kerja ga pegang HP, dapat kabar pagi dari adik, malamnya sudah saya telpon tapi gak ada yang angkat,” bebernya.

Lanjut Anjas, sebelum diterima oleh keluarga jasad korban sempat diautopsi oleh tim dokter di rumah sakit. Tim dokter mengungkap bahwa penyebab kematian korban karena luka di belakang kepala dan efek dari gas air mata. Namun selain luka di kepala Anjas menduga bahwa adiknya meninggal karena tertembak sebab dirinya sempat melihat ada lubang semacam bekas peluru di bagian tubuh korban.

“Yang pasti saya lihat di ini ya (menunjuk salah satu bagian tubuh) cuman di bagian kepala itu pecah saya ga tau kenapa karena saya juga baru lihat sekarang ini, dari pihak dokter gak dikasih tau cuman dikasih surat keterangan aja. Kalau dokter bilangnya karena luka di kepala bilangnya cuma ama gas mata tapi pas dibuka tadi kepalanya bocor,” ungkapnya. (Med/Red)