Beranda Pendidikan Kain Hitam Gesbica UIN Banten Bakal Gelar Pertunjukan Teater Syekh Siti Jenar

Kain Hitam Gesbica UIN Banten Bakal Gelar Pertunjukan Teater Syekh Siti Jenar

234
0
Personel Grup Teater Kain Hitam Gesbica UIN Banten - foto istimewa

SERANG – Produktivitas Teater Kain Hitam Gesbica UIN Banten dalam melahirkan karya-karya pertunjukan teater patut diacungi jempol. Unit Kegiatan Mahasiswa bidang Kesenian dan Kebudayaan itu sudah belasan kali menampilkan pertunjukan teater berbagai versi. Mulai konsep pertunjukan yang absurd, semi realis, hingga naskah-naskah realis.

Dalam waktu dekat, Teater Kain Hitam Gesbica UIN Banten akan kembali hadir dengan garapan terbaru mereka dengan mengadaptasi naskah Siti Jenar, karya Vredi Kastam Marta. Menurut rencana, Siti Jenar akan dipentaskan di beberapa kota di Banten, Cirebon, Jawa Barat, hingga Semarang, Jawa Tengah.

Ketua Umum Gesbica, Muhamad Afrizal kepada redaksi wartawan, Sabtu (30/6/2018) mengatakan, garapan teater Siti Jenar merupakan garapan yang kesekian kalinya. Pertunjukkan yang akan dilakukan secara berkeliling itu merupakan agenda tahunan UKM Gesbica UIN Banten.

loading...

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami UKM Gesbica UIN Banten akan kembali hadir untuk memenuhi hasrat para openikmat seni pertunjukan. Kali ini naskah yang akan kami bawakan adalah Siti Jenar. Pertunjukan akan mulai dilakukan Agustus mendatang. Menurut jadwal yang sudah kami rancang, pertunjukan Siti Jenar ini akan berlangsung selama dua bulan ke berbagai daerah,” tuturnya.

Dia berharap pertunjukan teater yang disutradarai Opik Pria Pamungkas yang kebih dikenal dengan Opik Jenggot itu, bisa dinikmati oleh seluruh masyartakat pecinta seni pertunjukan, baik di Banten maupun di Indonesia.

Terpisah, Sutradara Opik Pria Pamungkas atau Opik Jenggot mengatakan, pemilihan naskah Siti Jenar karya Vredi Kastanm Marta itu bukan tiba-tiba, tetapi atas dasar pemikiran yang mendalam. Menurutnya, naskah Siti Jenar karya Vredi Kastam Marta itu masih aktual untuk saat ini dan mungkin untuk masa-masa yang akan datang.

“Naskah ini kontekstual. Terlebih Siti Jenar adalah figur yang sampai saat ini tetap menarik dibahas dan dibicarakan,” urainya.

Terkait dengan konsep garapan, Opik Jenggot memilih konsep puitik dengan pendekatan semi realis. Karenanya, dalam pertunjukkan nanti kalimat-kalimat puitis akan mewarnai berbagai dialog di atas panggung.

“Naskah ini memang greatnya mungkin bisa dikatakan bintang 5. Tetapi kami berharap alur ceritanya nanti bisa ditangkap oleh siapapun yang akan menyaksikan pertunukan nantinya,” pungkasnya. (Man/Red)

loading...