Beranda Pariwisata Kadispar Bantah Penataan Wisata di Pandeglang Setengah Hati

Kadispar Bantah Penataan Wisata di Pandeglang Setengah Hati

75
0
Asmani, Kepala Dinas Pariwisata Pandeglang. (Memed/bantennews)

PANDEGLANG – Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kabupaten Pandeglang, Asmani membantah pernyataan Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) terkait penataan pariwisata di Pandeglang yang belum maksimal.

Menurutnya, pasca kejadian tsunami kemarin anggaran semua difokuskan untuk penataan dan pemulihan wilayah yang terdampak tsunami, mulai dari Kecamatan Carita hingga Kecamatan Sumur.

“Mungkin pandangan orang tidak maksimal, itu pandangan dia. Tapi kami sudah upaya maksimal, dan sekarang kami sedang fokus untuk geopark,” jelas Asmani, Senin (28/10/2019).

Bahkan ia mengaku terus melakukan sosialisasi ke setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pandeglang untuk melakukan kegiatan dinas di daerah yang kemarin terdampak, namun hal itu diserahkan kembali pada OPD masing-masing.

“Kami sudah menginstruksikan semua acara harus di pesisir pantai supaya hotel terisi dan kita terlihat berani. OPD sudah dikasih tau tapi kan tergantung OPD nya kami sudah informasikan, kan itu instruksi bupati tinggal bagaimana OPD menyikapinya,” ujarnya.

Sedangkan terkait kegiatan promosi wisata, Asmani mengaku menyerah karena sudah tidak memiliki anggaran untuk melakukan promosi lagi.

“Ya promosi angkat tangan dulu ya, soalnya bidang promosinya harus digenjot dan dia tidak punya anggaran sama sekali tahun 2019 ini,” bebernya.

Untuk penataan pariwisata tahun depan ia juga mengaku belum bisa memastikan akan seperti apa, ia beralasan kegiatan Pilkada tahun depan yang menyedot sebagian anggaran juga menjadi kendala bagi dinas pariwisata.

“Kan tahun depan ada Pilkada jadi saya belum janji lah, pasti anggaran terserap ke sana, kami hanya dapat separuhnya. Kami akan upayakan lobi-lobi dengan pihak terkait,” tutupnya. (Med/Red)