SERANG – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Ahmad Nuri geram melihat kondisi toilet SDN Karangantu yang bau, kumuh, dan tidak terawat. Ironisnya, pihak dinas sebelumnya sudah tiga kali memberi peringatan.
Hal itu terungkap saat inspeksi mendadak (sidak) ke SDN Karangantu, Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Rabu (20/5/2026).
Saat sidak berlangsung, Nuri langsung menyoroti kondisi sanitasi sekolah yang jauh dari standar kebersihan. Bau menyengat dari toilet dan fasilitas mandi cuci kakus (MCK) yang berantakan memicu kemarahannya di depan pihak sekolah.
“Seharusnya lingkungan sekolah itu bersih, terutama sanitasi dan toilet. Tapi ketika dicek ternyata toiletnya acak-acakan dan bau. Pak Wali Kota sangat peka soal kebersihan sekolah, terutama sanitasi lingkungan. Saya marah karena ini sudah tiga kali saya datang ke sini memastikan MCK diperhatikan,” tegas Nuri.
Ia menilai, kepala sekolah tidak memiliki kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekolah. Bahkan, menurutnya, pihak sekolah mengabaikan instruksi Wali Kota Serang terkait perawatan fasilitas pendidikan.
“Untuk saya kira kepala sekolah ini terlalu budeg. Tidak mau ada perubahan sikap dan perilaku yang baik untuk menjaga kebersihan sekolah,” ujar Nuri.
Dalam sidak itu, Nuri juga mengungkapkan adanya guru yang menangis karena kecewa kondisi sekolah tak kunjung dibenahi. Guru tersebut mengaku berkali-kali mengusulkan perbaikan fasilitas sekolah, namun kepala sekolah tidak menindaklanjutinya.
“Ada guru sampai nangis. Dia sudah beberapa kali mengajukan pemeliharaan supaya sekolah bersih, pintu diperbaiki, tapi tidak diberikan oleh kepala sekolah,” ujarnya.
Tak hanya MCK, kondisi bangunan sekolah juga menuai sorotan. Sejumlah pintu rusak hingga nyaris roboh.
Padahal, Pemerintah Kota Serang sebelumnya sudah mengucurkan bantuan untuk fasilitas MCK dan gedung sekolah.
“MCK itu hasil bantuan Pak Wali. Sudah dibantu, tapi tidak dijaga kebersihannya dan tidak ada pemeliharaan,” katanya.
Dindikbud Kota Serang langsung memanggil kepala sekolah untuk menjalani evaluasi. Nuri memastikan, pihaknya akan menjatuhkan sanksi bertahap sesuai aturan yang berlaku.
“Hari ini juga dipanggil. Kita beri peringatan pertama, kedua, sampai ketiga. Nanti kita evaluasi sesuai aturan. Kalau memang tidak mau bekerja memberikan layanan pendidikan yang baik, tentu ada langkah lanjutan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti lokasi SDN Karangantu yang berada di kawasan wisata. Menurutnya, kondisi sekolah yang kumuh bisa mencoreng wajah Kota Serang di mata wisatawan.
“Ini sekolah dekat tempat wisata. Kalau sekolah kumuh begini kan merepotkan dan memalukan,” ujarnya.
Penulis : Ade Faturohman
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
