Beranda Pendidikan Kades Dari Lebak Ini ‘Kuliahi’ Mahasiswa Baru Untirta

Kades Dari Lebak Ini ‘Kuliahi’ Mahasiswa Baru Untirta

1756
0
Rohandi, Kades Warungbanten memberi motivasi di hadapan ratusan mahasiswa Untirta.

SERANG – Ada yang berbeda dengan acara Seputar Pengenalan Organisasi Kampus (SPOK) yang dilaksanakan BEM FKIP Untirta kali ini. Biasanya narasumber yang diundang adalah para pejabat publik setingkat walikota, gubernur bahkan menteri.

Pada pengenalan kampus tahun ini, BEM FKIP Untirta mengundang seorang Kepala Desa Warungbanten, Kabupaten Lebak, bernama  Ruhandi.

Ruhandi adalah salah seorang Kepala Desa  yang masih berusia 30-an tahun. Di tangannya, Desa Warungbanten melaju pesat dan beberapa kali pernah mendapatkan penghargaan tingkat nasional. Salah satunya adalah penghargaan Desa Prakarsa dan Inovasi Terbaik dari Kemendes RI dan penghargaan dari Kemdikbud RI sebagai TBM Kreatif.

Pada kuliah umum tersebut, Ruhandi membeberkan resep bagaimana desanya berdaya. “Ada dua program besar yang saya hadirkan di dalam kegiatan di desa yaitu pengembangan fisik dan Sumber Daya Manusia. Kunci dari pengembangan desa itu kuncinya adalah literasi. Saya mendorong desa membuat Taman Baca Kuli Maca yang relawannya berasal dari kampung,” ungkapnya, Jumat (16/8/2019).

Dengan mengakses bahan bacaan, sambung dia, maka masyarakat mendapatkan ilmu pengetahuan. Selain itu manfaatkan jejaring. “Kami walaupun berada di pelosok desa tetapi sering didatangi oleh Komunitas Motor Literasi dan Forum TBM sehingga buku-buku tidak kekurangan,” tambahnya.

Ruhandi menjelaskan bahwa harus banyak anak-anak muda yang kembali ke kampung untuk ikut terlibat di dalam pembangunan desa. Untuk mengajak anak muda kembali ke kampung, maka Ruhandi memfasilitasi kegiatan-kegiatan inovatif seperti pelatihan-pelatihan bertani yang mengasyikan dan ekonomi kreatif lainnya.

“Sudah saatnya nanti ketika mahasiswa selesai kuliah dari Untirta, jangan lupa pulang dan bangun desa, karena pembangunan desa ini akan lebih kuat ketika kita membangun mulai dari desa” katanya.

Pada acara pengenalan kampus ini, Ahmad Fauzan, Ketua BEM FKIP Untirta menjelaskan bahwa mereka sengaja mengundang sosok Jaro Ruhandi agar menjadi inspirasi sekaligus pemicu bahwa mahasiswa bisa berbuat sesuatu untuk kampung halamannya. Pada acara tersebut, sebagai komitmen ikut terlibat dalam gerakan literasi, mahasiswa FKIP Untirra juga mendonasikan buku-buku bacaan untuk pengembangan TBM di Banten Selatan yang diserahkan secara simbolik kepada Motor Literasi. (Dhe/Red)