TANGERANG – Semrawutnya kabel utilitas di Kota Tangerang kembali memakan korban. Seorang pengendara sepeda motor terjatuh setelah tersangkut kabel internet yang putus dan menjuntai di Jalan Kadut, RT 02/RW 05, Kelurahan Sudimara Jaya, Kecamatan Ciledug, Kamis (11/6/2026).
Alih-alih menunggu respons pemilik jaringan, Petugas Ketenteraman dan Ketertiban (Trantib) Kecamatan Ciledug memilih turun langsung ke lokasi dan memotong kabel yang dinilai membahayakan pengguna jalan.
Kabel yang melintang rendah di badan jalan itu disebut telah lama dikeluhkan warga. Namun hingga menimbulkan kecelakaan, belum terlihat adanya penanganan dari pihak yang bertanggung jawab atas jaringan tersebut.
“Kabel itu sudah sangat mengganggu dan membahayakan. Setelah ada laporan warga dan terjadi kecelakaan, kami langsung melakukan penanganan di lokasi,” kata Kepala Seksi Trantib Kecamatan Ciledug, Agung Wibowo.
Proses evakuasi kabel tidak berjalan mudah. Posisi kabel yang berada cukup tinggi membuat petugas harus naik ke atas atap mobil operasional untuk menjangkau dan memotong tumpukan kabel yang kusut.
Pemandangan tersebut menyita perhatian warga sekitar. Beberapa warga bahkan mengaku heran mengapa petugas pemerintah harus turun langsung menangani persoalan yang seharusnya menjadi tanggung jawab perusahaan penyedia layanan internet.
Setelah kabel dipotong, petugas merapikan sisa jaringan yang masih menggantung dengan mengikatnya menggunakan tali agar tidak kembali membahayakan pengguna jalan.
Menurut Agung, pihaknya kini tengah menelusuri siapa pemilik kabel tersebut. Langkah itu dilakukan agar provider terkait segera melakukan perbaikan permanen dan tidak membiarkan jaringan mereka menjadi ancaman di ruang publik.
“Kami akan telusuri kepemilikan kabelnya. Setelah diketahui, pihak provider harus segera melakukan perbaikan terhadap jaringan mereka,” tegasnya.
Kasus ini kembali menyoroti persoalan kabel utilitas yang menjamur di sejumlah ruas jalan Kota Tangerang. Selain merusak estetika kota, kabel yang tidak terawat berpotensi menjadi jebakan bagi pengendara dan pejalan kaki. Warga berharap pemerintah tidak hanya merapikan setelah ada korban, tetapi juga menindak tegas perusahaan yang membiarkan jaringan mereka terbengkalai.
Tim Redaksi
