CILEGON — Jumlah kendaraan dinas (randis) yang dikelola Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cilegon ternyata belum diketahui secara pasti. Kepala Bagian Umum Setda Cilegon, Affan Agus Syawaludin, mengaku belum melakukan pendataan secara keseluruhan.
“Kendaraan belum didata semua. Randis banyak. Masing-masing jumlahnya nggak hafal,” kata Affan kepada BantenNews.co.id usai rapat finalisasi kegiatan Cilegon Bersholawat di Aula Setda Cilegon, Kamis (20/8/2026).
Affan menjelaskan, kendaraan yang dikelola Setda Cilegon terdiri atas berbagai jenis, mulai dari kendaraan dinas, kendaraan operasional, hingga kendaraan jabatan. Sebagian kendaraan tersebut merupakan hasil sewa, sementara lainnya merupakan aset milik Setda Cilegon.
“Kendaraan operasional, dinas, jabatan. Kabag sama Asda itu sewa. Untuk pimpinan sama operasional doang yang di kita. Jumlahnya nggak tahu, nggak kehitung. Nggak tahu saya jumlahnya,” ujarnya.
Tak hanya jumlah kendaraan, Affan juga mengaku belum mengetahui secara pasti besaran anggaran Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk kendaraan yang dikelola Setda Cilegon pada tahun 2026.
Menurutnya, anggaran BBM masuk dalam pos pemeliharaan kendaraan. Besarannya berbeda-beda sesuai peruntukan kendaraan dan jabatan pengguna.
“BBM itu ngambil dari pemeliharaan. Jadi pemeliharaan itu setahun dipotong BBM. Untuk operasional dan jabatan itu beda-beda nilainya. Asda itu nilainya di atas Kabag. Kabag di atas Kasubag,” jelasnya.
Affan kembali menegaskan belum mengetahui detail anggaran tersebut karena belum melakukan pengecekan secara menyeluruh.
“Anggarannya nggak hafal. Nggak ngecek. Belum dicek satu-satu,” pungkasnya.
Penulis: Maulana
Editor: Usman Temposo
