
PANDEGLANG – Kawasan Gunung Karang, Kabupaten Pandeglang, mulai dikembangkan sebagai ruang edukasi kopi melalui K-TRACK (Kopi Tourism & Rural Agro Creative Gunung Karang).
Kawasan ini disiapkan untuk mengenalkan proses kopi dari budidaya hingga penyeduhan kepada masyarakat, sekaligus memperluas pengetahuan tentang potensi kopi lokal.
Upaya tersebut terlihat dalam kegiatan Barista Belajar dari Sumbernya di Hutan Kopi Citaman Lawangtaji, Gunung Karang. Sebanyak 20 peserta dari Pandeglang, Serang, Lebak, dan Tangerang mengikuti kegiatan tersebut.
Peserta berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari mahasiswa, barista, pemilik kedai kopi, pelaku usaha, hingga masyarakat yang ingin memulai bisnis kopi. Mereka diajak mengenal kopi secara langsung dari kawasan penghasilnya.
Penggiat kopi Gunung Karang, Suherman atau akrab disapa Kang Maman mengungkapkan, K-TRACK dibangun dari keinginan memperkenalkan kopi Banten, khususnya Pandeglang, kepada masyarakat yang lebih luas.
“Ini menjadi tantangan ke depan, bagaimana kopi itu harus jelas asal-usulnya. K-TRACK hadir untuk menjawab tantangan tersebut agar masyarakat bisa mengenal kopi lebih mendalam, dari hulu sampai ke hilir,” ungkap Kang Maman, Kamis (22/10/2026).
Menurutnya, edukasi langsung dari sumber kopi penting agar masyarakat tidak hanya mengenal kopi sebagai minuman. Mereka juga perlu memahami proses budidaya dan pengolahan yang berperan dalam menghasilkan karakter kopi.
Kang Maman mengatakan, kawasan tersebut terbuka bagi berbagai kalangan, termasuk pelajar, mahasiswa, peneliti, barista, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). K-TRACK diharapkan menjadi tempat berbagi pengetahuan sekaligus mengembangkan keterampilan di bidang kopi.
“Ini tempat untuk berbagi ilmu. Sasarannya semua, mulai dari anak sekolah yang ingin belajar budidaya, mahasiswa yang mau melakukan riset, sampai pelaku UMKM yang ingin belajar membuat dan mengembangkan usaha kopi,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan kawasan edukasi tersebut membutuhkan keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha kopi. Kolaborasi dinilai penting agar K-TRACK berkembang dan manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
Dalam pengembangannya, K-TRACK mendapat pendampingan dari program PLN Peduli sejak 2022. Dukungan tersebut antara lain berupa pembangunan akses jalan dan fasilitas sanitasi untuk menunjang aktivitas masyarakat serta pengunjung.
Kang Maman menjelaskan, sejumlah fasilitas masih dalam tahap penyelesaian. Pihaknya menargetkan peluncuran kawasan pada November mendatang, dengan penataan area dan pemasangan papan informasi menjadi bagian pekerjaan yang tersisa.
Selain hutan kopi, kawasan ini juga dilengkapi kafe dan galeri kopi yang disiapkan untuk mendukung kegiatan edukasi. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi tempat bagi pengunjung untuk mempelajari teknik penyeduhan sekaligus mengenal kopi lokal lebih dekat.
“Kami membangun kawasan ini bukan hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk anak-anak di masa depan. Jangan sampai sejarah kopi hilang,” tuturnya.
Penulis : Mg-Madani Prasetia
Editor : Wahyudin