Beranda Pemerintahan Jurus Jitu Dirut ASDP ‘Rayu’ Pemkot Cilegon Turunkan Tarif Sewa Lahan TTM

Jurus Jitu Dirut ASDP ‘Rayu’ Pemkot Cilegon Turunkan Tarif Sewa Lahan TTM

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi saat memberikan keterangan pers. (Foto : Gilang)

CILEGON – Rencana kerja sama sewa lahan Terminal Terpadu Merak (TTM) antara Pemkot Cilegon dan PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry tidak semulus lahirnya Memorandum Of Understanding (MoU) antar kedua belah pihak menyangkut lahan tersebut.

Persoalan kalkulasi nilai sewa yang diajukan Pemkot Cilegon berdasarkan hasil appraisal yang nilainya hampir mencapai Rp3 miliar, dianggap Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi terlalu membebani keuangan korporasi. Ira meminta pemerintah daerah mempertimbangkan estetika kota yang bisa diraih Pemkot Cilegon pasca terwujudnya kerja sama itu.

“Kita kan pingin TTM itu menjadi wajah barunya Cilegon yang lebih baik, yang lebih tertata, terus fungsi antar modanya makin baik. Jadi bukan hanya soal transaksi uang saja, tetapi ketika tempat itu (TTM) sudah menjadi tempat yang baik, tertata rapi menjadi icon barunya Cilegon, pusat ekonomi baru, artinya itu kan ada value,” ujarnya usai menggelar pertemuan tertutup dengan Plt Walikota bersama tim pengkaji daerah, Senin (17/12/2018).

Ira beralasan, di luar realisasi program integrasi moda transportasi dan kepentingan akses dermaga enam pelabuhan Merak, melalui kerja sama itu nantinya akan menciptakan wajah baru di sekitar terminal yang tak lagi dikelola Pemkot Cilegon terhitung sejak 1 Januari 2017 itu.

Ira juga meminta agar pemerintah daerah turut mempertimbangkan kepentingan yang lebih luas dari sekadar mengutamakan keuntungan daerah. “Jadi jangan hanya dilihat uang, tapi total value, total nilai buat Cilegon dan total nilai buat negara Indonesia,” katanya meyakinkan.

Baca : Dianggap Mahal, Dirut ASDP Pertimbangkan Sewa Lahan TTM ke Pemkot Cilegon

Namun demikian, dirinya belum dapat memastikan final dari rapat pembahasan MoU itu akan berujung pada Perjanjian Kerja Sama (PKS) antar kedua belah pihak.

We’ll talk about it (Kita akan membicarakan lagi kaitan ke arah PKS), jadi belum bisa. Karena semua harus dihitung, harus detail dulu. Jadi MoU sudah, kita tinggal PKS-nya didetailkan. Pokoknya kita cari bagaimana semua pihak total value-nya dapat,” imbuh mantan salah seorang Direktur di PT Pos Indonesia ini.

Di bagian lain, Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi mengaku bahwa harga sewa lahan yang diajukan pihaknya sudah melalui kajian penghitungan appraisal dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

“Saya menerima dia (nilai tawaran kerja sama ASDP) terlalu murah, terus kita ajuin yang dari KJPP dia nilai terlalu mahal, jadi nanti tinggal negosiasi saja antara Pemkot sama dia, kita cari tengah. Dan itu tidak boleh terlalu mahal atau terlalu murah, dan iu belum ada jawabannya,” ujarnya tanpa merinci nilai sewa yang diinginkan PT ASDP. (dev/red)