Beranda Kesehatan Jumlah Penderita HIV di Pandeglang Meningkat

Jumlah Penderita HIV di Pandeglang Meningkat

140
0
Penderita HIV di Pandeglang bertambah. (Memed/bantennews).

PANDEGLANG – Menurut data yang dimiliki Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pandeglang jumlah penderita penyakit HIV di Pandeglang meningkat. Di tahun 2017 jumlah penderita HIV sebanyak 39 kasus dan pada tahun 2018  naik menjadi 47 kasus.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Pandeglang, Kodiat menyampaikan bahwa penyakit HIV menjadi salah satu kasus prioritas pemerintah dengan dibuktikan terkait penanganan HIV masuk dalam standar penanganan minimal.

“Trendnya kalau berbicara temuan itu ada aja kasus-kasus HIV positif, jadi trendnya setiap tahun meningkat. Penemuan yang sekarang masih kurang harusnya lebih banyak ditemukan,” kata Kodiat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (12/3/2019).

Menurut Kodiat, saat ini penyebaran penyakit HIV tidak lagi terfokus di salah satu tempat melainkan sudah tersebar ke semua wilayah. Umumnya penularan penyakit HIV dikarenakan perilaku dari penderita itu sendiri salah satunya berhubungan intim dengan orang yang sudah mengidap penyakit tersebut.

“Kalau berbicara penyebarannya, dulu kan ada anggapan berada di daerah wisata atau pantai-pantai jadi ga ada lagi istilah bahwa yang bermasalah itu di daerah wisata, itu sebenarnya pemahaman yang perlu diluruskan, yang perlu dipahami HIV itu sebagian besar umumnya karena perilaku jadi tidak terikat tempat, ga ada yang dominan jadi tersebar,” terangnya.

Selain sosialisasi dari tenaga kesehatan, untuk mencegah penularan atau bertambahnya angka penderita harus didukung juga oleh peran serta masyarakat dengan salah satunya memeriksakan kesehatan meraka, karena kata Kodiat efek penyakit HIV baru akan terlihat setelah 10 tahun orang tersebut terkena penyakit karena kondisinya sama dengan orang yang tidak terkena penyakit.

“Yang perlu dibangun adalah kesadaran masyarakat karena tidak mudah membangun kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri, perlu disadari juga bahwa proaktif dari masyarakat dengan memeriksakan diri ke pelayanan kesehatan karena menyadari bahwa setiap orang berisiko terkena penyakit HIV,” tambahnya. (Med/Red)