Beranda Olahraga Julian Quinones Cetak Sejarah Pencetak Gol Pertama di Piala Dunia 2026

Julian Quinones Cetak Sejarah Pencetak Gol Pertama di Piala Dunia 2026

Julian Quinones (FIFA)

BANTENNEWS – Timnas Meksiko langsung tancap gas mengamankan poin penuh dalam laga pembuka Grup A Piala Dunia 2026. Tuan rumah sukses menundukkan Afrika Selatan dua gol tanpa balas di Stadion Azteca.

Keberhasilan ini mengantarkan skuad El Tri memuncaki klasemen sementara sebelum laga grup lainnya bergulir. Sejarah baru juga tercipta lewat gol pembuka turnamen yang lahir sangat cepat.

Penyerang sayap Julian Quinones menjadi sosok krusial yang memecah kebuntuan publik tuan rumah sejak awal laga. Gol tersebut sekaligus menempatkan namanya dalam buku sejarah sepak bola sejagat.

“Saya bahagia bisa mencetak gol pertama saya di Piala Dunia, di stadion yang luar biasa dengan para pendukung yang fantastis,” kata Quinones dikutip dari laman resmi FIFA.

Tembakan menyusur tanah Quinones pada menit ke-9 gagal dibendung kiper lawan setelah lini belakang Afrika Selatan membuat kesalahan fatal. Momentum tersebut lahir dari kejelian Erik Lira yang sukses merebut bola di area berbahaya.

Catatan epik ini menyamai rekor gol kilat Philipp Lahm pada pembukaan Piala Dunia dua dekade silam. Aliran serangan Meksiko terus mengalir deras hingga memaksa tim tamu bertahan total sepanjang paruh pertama.

Memasuki babak kedua, petaka menghampiri kubu lawan saat gelandang mereka mendapat kartu merah langsung dari wasit. Pelanggaran keras terhadap Brian Gutierrez membuat Afrika Selatan harus berjuang dengan sepuluh orang.

 

Keunggulan jumlah pemain langsung dimanfaatkan El Tri untuk menggandakan skor menjadi 2-0. Raul Jimenez dengan cerdik menanduk bola hasil umpan silang akurat dari sektor sayap kanan.

Meski namanya menjadi pahlawan pembuka jalur kemenangan, sang pencetak gol pertama memilih merendah. Dia menyebut kerja kolektif tim jauh lebih berharga daripada catatan pribadi.

Baca Juga :  Tampil Perkasa di Piala Asia, Timnas Indonesia U-16 Hajar Iran 2-0

“Penting bagi saya untuk mengakui apa yang dilakukan rekan-rekan setim untuk meraih tiga poin pertama ini,” ujarnya.

Pertandingan semakin memanas menjelang bubaran dengan lahirnya dua kartu merah tambahan dari saku wasit. VAR mendeteksi tindakan tidak sportif pemain Afrika Selatan yang memukul wajah Roberto Alvarado.
.
Laga keras ini juga memaksa bek Meksiko Cesar Montes keluar lapangan pada masa injury time. Beruntung, sisa waktu yang sempit tidak mengubah papan skor untuk keunggulan tuan rumah.

Atmosfer luar biasa dari tribun stadion diakui menjadi bahan bakar utama bagi performa impresif anak asuh pelatih Meksiko. Dukungan masif ini sudah dirasakan para pemain bahkan sejak masa persiapan jelang turnamen.

Sinergi yang kuat antara penggawa timnas dan publik lokal terbukti ampuh meruntuhkan mental bertarung Bafana Bafana. Hasil manis ini menjadi modal berharga bagi El Tri sebelum menghadapi tantangan berikutnya.

Ujian kedua bagi tim Sombrero sudah menanti pada laga Jumat pekan depan di Zapopan. Mereka dijadwalkan bertarung melawan kekuatan Asia, Korea Selatan, demi mengamankan tiket fase gugur.

Pertandingan pembuka ini menjadi penanda kembalinya kemegahan Estadio Azteca dalam panggung tertinggi sepak bola dunia. Stadion bersejarah ini kembali menjadi saksi bisu awal perjuangan Meksiko meraih kejayaan di rumah sendiri.

Sebelum laga ini, banyak pihak meragukan kesiapan lini depan Meksiko dalam turnamen besar. Namun, dua gol dari skema permainan terbuka ini langsung membungkam kritik publik.

Sumber : suara com