Beranda Kesehatan Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pandeglang: Gerakan 3 M Sangat Mudah Dilakukan

Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pandeglang: Gerakan 3 M Sangat Mudah Dilakukan

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Pandeglang, Ahmad Sulaeman.

 

PANDEGLANG – Juru Bicara (Jubir) Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pandeglang, Ahmad Sulaeman menegaskan bahwasanya gerakan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak sangat mudah diterapkan oleh masyarakat.

Pria yang akrab disapa Sule ini menyampaikan, dalam penerapan gerakan 3 M sangat murah bahkan ada yang tidak perlu menggunakan modal sama sekali contohnya menjaga jarak.

“Sebenarnya tidak sulit tinggal pakai masker, jaga jarak juga ngga pakai modal cuman jaga jarak doang, hindari kerumunan juga ga pake modal tinggal jangan datangi kerumunan, paling cuci tangan doang beli sabun. Padahal cuci tangan itu udah lama terbiasa cuman kayanya masyarakat perlu terus diedukasi,” jelas Sule saat dihubungi wartawan, Selasa (20/10/2020).

Ia menegaskan, untuk sosialisasi gerakan 3 M atau protokol kesehatan saat ini ujung tombaknya ada pada tim gugus tugas tingkat kecamatan agar terus memberikan edukasi dan menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan gerakan 3 M.

“Sekarang ini tugas beratnya ada di puskesmas yang terus mempromosikan promosi kesehatan karena mereka yang dekat betul dengan masyarakat kalau dari Dinas Kesehatan tinggal memantau dan mengarahkan. Mari kita sama-sama membangun kesadaran menerapkan gerakan 3 M,” ungkapnya.

Kata dia, kampanye gerakan 3 M perlu didukung oleh semua pihak terutama pemerintah desa bukan hanya dari petugas kesehatan. Sebab menurutnya, pemerintah desa sudah sangat akrab dengan warga sekitar dan lingkungan sehingga saat memberikan edukasi tentang penerapan gerakan 3 M bisa lebih mudah diterima oleh warga.

“Pertama kami harus melibatkan satgas di kecamatan karena ada kader kesehatan yang sangat erat betul dengan masyarakat agar masyarakatnya makin sadar. Kami juga minta bantuan pada pemerintah desa untuk ikut terlibat supaya masyarakat terbiasa, kalau tiba-tiba yang datang satgas dari kabupaten itu kan kurang bagus kelihatan,” tutupnya. (Med/Red/SG)