Beranda Kesehatan Jubir Covid-19 Nilai Masyarakat Pandeglang Kurang Disiplin Prokes

Jubir Covid-19 Nilai Masyarakat Pandeglang Kurang Disiplin Prokes

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit pada Dinas Kesehatan Pandeglang, Achmad Sulaeman.

 

PANDEGLANG – Juru Bicara (Jubir) Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pandeglang, Achmad Sulaeman menilai bahwa masyarakat di Pandeglang kurang disiplin dalam penerapan protokol kesehatan (prokes).

Pria yang akrab disapa Sule ini menyampaikan bahwa kurangnya disiplin masyarakat dalam penerapan Prokes bisa dilihat langsung secara kasat mata. Ia mencontohkan, di beberapa pasar tradisional yang ada di Pandeglang masih banyak warga yang tidak mematuhi prokes seperti tidak menggunakan masker dan tidak menjaga jarak.

Ditambah lagi, sarana cuci tangan yang dulu banyak disebar di tempat-tempat umum saat ini mulai jarang terlihat, meskipun ada kadang banyak yang tidak berfungsi dengan baik sehingga tidak digunakan.

“Kita juga tidak menutup mata di lapangan disiplin masyarakat masih kurang kayak kita lihat ke pasar orang-orang masih malas pakai masker. Ga usah di pasar lagi, di kantor-kantor atau sekitar kita juga masih ada yang enggak mematuhi prokes, sarana cuci tangan udah mulai ilang coba, perhatikan aja. Mungkin lupa juga jaga jarak apalagi masker, padahal masker harusnya yang utama,” jelas Sule, Jumat (23/7/2021).

Menurutnya, kemungkinan faktor yang membuat masyarakat tidak disiplin menerapkan prokes karena adanya kejenuhan dan termakan oleh isu-isu yang tidak benar atau berita hoax yang makin marak.

“Kedepannya kita harus keras lagi, lebih kuat lagi edukasinya ke lapangan. Masyarakat juga tahu sebenernya prokes itu apa, 3M itu apa tapi ada faktor-faktor lain yang membuat masyarakat mulai jenuh, disisi lain ada juga isu-isu yang berkembang bahwa Covid-19 itu tidak ada dan ini lah hoax yang harus kita lawan, itu masyarakat gampang sekali terpengaruh,” tukasnya.

Untuk memerangi kabar bohong tersebut, menurut Sule, Satuan Tugas (Satgas) harus lebih giat lagi memberikan edukasi ke masyarakat dan menangkal juga melaluiedia sosial (Medsos) dengan memberikan pemahaman bahwa Covid-19 itu ada.

“Ya kalau mereka menggunakan media sosial ya Satgas juga harus memeranginya dengan medsos lagi tapi diiringi dengan edukasi di masyarakat, jadi selain memerangi Covid-19 kita juga memerangi orang-orang dengan opini yang sangat salah,” tegasnya. (Med/Red)