Beranda Hukum Jual Masker Curian Secara Online, PNS Cilegon : Uangnya Buat Kebutuhan

Jual Masker Curian Secara Online, PNS Cilegon : Uangnya Buat Kebutuhan

Kelompok PNS dan THL Dinkes Cilegon usai diamankan Satreskrim Polres Cilegon. (Gilang)

CILEGON – Empat Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Kesehatan (Dinkes) Cilegon yang sudah ditetapkan sebagai tersangka atas pencurian ratusan boks masker hanya bisa tertunduk malu saat dimintai keterangan oleh wartawan di Mapolres Cilegon, Jumat (3/4/2020).

L (38), salah seorang tersangka yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) itu belakangan menyesali perbuatannya. “Total ada 120 boks masker yang saya ambil, saya jual ke teman-teman, saudara saya dan dijual COD (secara online),” ujarnya.

Hasil penjualan masker curian tersebut, ia mengaku mengantongi uang sekira Rp3,6 juta dan dinikmati bersama dengan N (39), PNS Dinkes lainnya serta M (39) dan A (35), dua pegawai Dinkes Cilegon berstatus Tenaga Harian Lepas (THL).





“Saya khilaf, satu boksnya (masker) saya jual Rp30 ribu, uangnya dibagi-bagi. Saya tahu salah, uangnya itu saya pakai buat kebutuhan,” terang pria yang sudah 10 tahun lebih menjadi PNS di Kota Cilegon ini.

Baca : Curi Ratusan Boks Masker, 4 Pegawai Dinkes Cilegon Ditangkap Polisi

Sementara Kapolres Cilegon AKBP Yudhis Wibisana menerangkan, pengungkapan kasus pencurian itu setelah pihaknya menerima laporan pada Rabu (1/4/2020) lalu.

“Pencurian masker di gudang Dinkes itu pada 16 Maret, namun ditemukan kekurangan setelah hasil pengecekan pihak Dinkes yang berindikasi telah dicuri. Setelah kita lakukan penyelidikan, terungkap ada empat orang yang kita amankan,” katanya.

Kapolres menyesalkan adanya tindak kejahatan tersebut di saat keterbutuhan masker sangat tinggi di tengah wabah virus corona atau Covid-19. Beruntung selama penyelidikan, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang akan memberatkan tersangka abdi negara tersebut.

“Selanjutnya kita akan lakukan penyidikan lebih lanjut. Pasal yang dikenakan sementara dan masih akan dikembangkan lagi dalam penerapan pasal 363 dan atau 374 KUHP, karena pelakunya adalah orang yang bertanggung jawab di gudang tersebut,” tandasnya. (dev/red)