Beranda Bisnis Jual Kredit ASN Banten ke BJB, Bank Banten Berpotensi Catat Rugi Rp179...

Jual Kredit ASN Banten ke BJB, Bank Banten Berpotensi Catat Rugi Rp179 M

933
0
Warga antre di Kantor Bank Banten - (Foto Mir/BantenNews.co.id)

SERANG – Bank Banten kembali berpotensi mencatat kerugian setelah secara diam-diam terjadi penjualan kredit Aparatur Sipil Negara (ASN) Provinsi Banten kepada Bank Jabar Banten (BJB).

BJB sendiri mendapat untung atas pembelian kredit ASN Pemprov Banten senilai Rp1,5 triliun dari Bank Banten. Penjualan aset kredit ASN itu dilakukan Bank Banten untuk menanggulangi kesulitan likuiditas.

Sayangnya, proses tersebut lagi-lagi diduga bermasalah.
Penjualan aset Bank Banten yang semula menggunakan cessie juga berubah menjadi penjualan aset, karena tidak adanya akta otentik atau akta di bawah tangan dari ASN Pemprov Banten.

“Yang ada hanya Surat Kuasa pemotongan gaji,” kata salah satu pelapor pemindahan RKUD dari Bank Banten ke BJB Moch Ojat Sudrajat melalui rilisnya, Minggu (28/6/2020).

Setelah penjualan aset tersebut, sebanyak 2.500 debitur yang diduga nilainya sebesar Rp509 miliar hanya dinilai sebesar Rp330 miliar dan diduga dananya sudah diterima sebesar Rp199 miliar.

“Sehingga diduga ada potensi kerugian sebesar Rp179 milyai,” katanya.

Ojat sebagai Penggugat juga mengklaim memiliki bukti bahwa atas piutang ASN Pemprov Banten yang sebelumnya di Bank Banten diminta membuat surat Kuasa Pemotongan Gaji kepada Bank BJB KCK Banten.

“Diduga diketahui oleh Bendahara Pengeluaran dan Kepala Biro atao Kepala Dinas di masing-masing OPD,” tandasnya.

Selain itu, Ojat menambahkan bahwa saat ini masih ada proses yang sedang berlangsung untuk 6.000 debitur ASN Pemprov Banten yang diduga juga akan dijual oleh Bank Banten ke Bank BJB termasuk para anggota DPRD Provinsi Banten.

Dalam perjalanan lima tahun terakhir, Bank Banten tidak pernah mencatat laba. Bank yang sebelumnya menyandang nama Bank Pundi tersebut selalu mengalami kerugian dengan jumlah bervariasi.

Setelah akuisisi, di akhir 2016 kerugian bank ini mencapai Rp405,12 miliar. Posisi kinerja yang selalu negatif terus berlanjut hingga tahun-tahun selanjutnya. Terakhir, pada 2019 Bank Banten menderita kerugian Rp157,56 miliar.

Kerugian yang menjadi teman akrab Bank Banten diikuti dengan terus merosotnya kemampuan permodalan BPD ini. Terhitung, sejak 2018 rasio permodalan (capital adequacy ratio/CAR) Bank Banten konsisten menurun dari 10,04 persen menjadi 9,01 persen per akhir 2019.

Hingga berita ini diturunkan wartawan masih berupaya mengkonfirmasi pihak Bank Banten.

(You/Red)