LEBAK – Usia 79 tahun tak membuat Mista berhenti mencari nafkah. Warga Desa Sumberwaras, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, itu setiap hari keliling menjajakan anyaman bambu meski tubuhnya sudah renta dan kerap mengalami sesak napas.
Kondisi Mista menggugah Yayasan Respek Peduli Lebak untuk menggalang donasi.
Ketua Yayasan Respek Peduli Lebak, Delima Humairo, mengatakan pihaknya bertemu Mista saat lansia tersebut berjualan dalam kondisi lapar dan kelelahan.
“Kami ketemu Abah Mista saat beliau sedang jualan. Kami lihat Abah sedang memegang perut dan minum sampai tangannya gemetaran. Sedih banget melihat Abah keliling jualan sambil tahan lapar dan sesak napas,” kata Delima kepada Bantennews, Senin (14/9/2026).
Menurut Delima, Mista membuat sendiri anyaman bambu untuk menghidupi keluarganya. Namun, dagangannya tidak selalu laku. Tak jarang ia harus membawa pulang kembali barang dagangannya karena tak ada pembeli.
Kondisi fisiknya juga semakin membatasi aktivitas Mista. Delima menyebut, Mista hanya mampu berjalan sekitar 100 meter sebelum harus berhenti untuk mengumpulkan tenaga.
“Tubuh renta Abah dipaksakan untuk keliling. Setiap 100 meter melangkah, Abah harus berhenti untuk kembali mengumpulkan tenaga. Napasnya tersengal dan tubuhnya gemetar karena lapar,” ujarnya.
Persoalan Mista tak hanya soal penghasilan. Ia juga tinggal di rumah sederhana dengan kondisi memprihatinkan, dengan atap rumah yang bocor parah.
Melihat kondisi tersebut, Respek Peduli Lebak mengajak masyarakat ikut membantu memenuhi kebutuhan Mista dan keluarganya. Tim yayasan juga berencana mendatangi rumah Mista untuk menyalurkan bantuan.
“Berapapun nilainya pasti sangat bermanfaat untuk Abah. Semoga dengan bantuan kita bersama, Abah Mista tidak perlu lagi memaksakan diri untuk berjualan dalam kondisi sakit dan lapar,” kata Delima.
Masyarakat yang ingin membantu dapat menyalurkan donasi melalui Bank BRI nomor rekening 225801000394567 atas nama Respek Peduli Lebak.
Penulis : Mg-Aldo Marantika
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
