Beranda Pilkada Serentak 2020 Jokowi Dinilai Mengusung Politik Harapan Bukan Ketakutan

Jokowi Dinilai Mengusung Politik Harapan Bukan Ketakutan

Presiden Joko Widodo - foto istimewa infopublik.id

SERANG – Presiden Joko Widodo atau Jokowi dinilai mengusung politik harapan dalam setiap gagasan dan program-program kerjanya dan bukan politik ketakutan yang selama ini dianggap sering dimainkan oleh lawan politiknya Prabowo Subianto.

Dan gagasan politik harapan ini sangat menjanjikan bagi anak-anak muda yang mendambakan harapan bagi masa depan mereka.

Hal tersebut disampaikan oleh influencer Jokowi-Ma’ruf Dedek Prayudi saat berbicara dalam diskusi digelar Opini.id bertajuk “Mending Pamer daripada Nyinyir” di Jakarta, Kamis (24/1/2019).

“Bagi anak muda Pak Jokowi itu menawarkan sebuah politik harapan, politics of hope dan bukan politik ketakutan, politics of fear yang sering dimainkan oleh Pak Prabowo misalnya. Dan memang politik harapan ini lah yang dibutuhkan oleh Indonesia khususnya anak muda yang menjadi masa depan bangsa ini,” kata politikus PSI tersebut dilansir Media Indonesia.

Gagasan politik harapan kata dia sangat lekat dengan anak-anak muda yang saat ini sedang semangat-semangatnya membangun mimpi.

“Apa yang sekarang dikerjakan oleh Pa Jokowi adalah sebuah fondasi untuk masa depan yang lebih baik, baik di sisi ekonomi maupun politik serta social. Bagi anak muda tentu saja harapan itu jauh lebih penting. Narasi yang dibangun adalah optimism bukan pesimisme. Kenapa Pa jokowi selalu bicara optimsme karena gagasannya memang adalah harapan,” ungkap Dedek.

Dalam konteks itu kata dia Jokowi memberi perhatian sangat besar terhadap anak-anak muda terutama dalam merebut peluang ekonomi di sector-sektor kreatif.

“Kita bisa mengecek bagaimana beliau sangat dekat dengan gaya anak muda misalnay saja dia hobby ngevlog, waktu Asian Games dia tampil sangat muda dan milenial itu membuktikan bahwa beliau sangat dekat dengan anak-anak muda,” ujarnya.

Jokowi juga lanjut dia mengupayakan bertumbuhnya industri kreatif digital tanah air, dengan program pemerataan akses internet.

“Kalau kita perhatikan start up yang berjamur saat ini tidak diatur itu juga tidak sehat karena dia bisa menjadi sumber ketimpangan baru sebab industri ini mungkin hanya akan laku di kota yang internetnya bagus padahal Pa Jokowi sangat maniak dengan apa yang disebut pemerataan akses bagi seluruh masyarakat Indonesia,” jelas Dedek sambil menambahkan, itulah juga yang menjadi alasan bagi Presiden Jokowi untuk memastikan pemerataan akses internet di seluruh Indonesia.

“Di sinilah program Pak Jokowi untuk anak muda sangat relevan dengan semangat dia membangun desa-desa internet atau sentra-sentra digital yang dibangun di desa-desa. Kita ingin agar anak muda kita diberi kesemaptan kerja yang seluas-luasnya di era digital sekarang ini,” pungkas Dedek. (Red)