Beranda Peristiwa Jembatan Penghubung Dua Desa Di Pandeglang Ambruk

Jembatan Penghubung Dua Desa Di Pandeglang Ambruk

400
0
Jembatan gantung penghubung dua desa yakni antara Desa Kutaraharja dan Desa Kutamekar di Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang ambruk. (Memed/Bantennews)

PANDEGLANG – Jembatan gantung penghubung dua desa yakni antara Desa Kutaraharja dan Desa Kutamekar di Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang ambruk. Alhasil aktivitas warga sekitar terganggu.

Camat Sobang, Subro mengakui jika jembatan di wilayahnya itu sudah cukup lama rusak dan belum ada perbaikan. Jembatan gantung berbahan besi dan papan kayu terbentang sekitar 30 meter itu hingga saat ini tak kunjung diperbaiki.

“Kondisinya mengkhawatirkan karena rusak parah. Jembatan itu masih digunakan karena hanya itu akses dari Desa Kertaraharja menuju Desa Kutamekar,” terang Subro saat dihubungi melalui pesan singkat, Kamis (11/7/2019).

Menurut Subro, dengan kondisi jembatan seperti itu berdampak langsung pada aktivitas masyarakat. Hal itu lantaran untuk menuju desa tetangga biasanya warga menggunakan jembatan itu karena jarak tempuhnya cukup dekat.

Sedangkan jika harus menggunakan jalan lain warga membutuhkan waktu sekitar 2 jam perjalanan menuju ke desa tetangga.

“Masih menggunakan jembatan itu karena itu jalan terdekat, alternatif jalan lain lewat Desa Bojen. Sudah tentu mengganggu aktivitas warga khususnya yang Kampung Depok dan Kutamekar, kalau untuk perekonomian kurang berpengaruh karena warga mengangkut hasil bumi atau lainya biasa menggunakan jalur utama Kertaraharja-Bojen,” terangnya.

Dirinya berharap Pemerintah Kabupaten Pandeglang segera membangun kembali jembatan gantung itu agar seluruh kegiatan masyarakat bisa berjalan normal dan tidak sampai menelan korban.

“Selama ini jembatan tersebut cuma bisa diperbaiki sekedarnya oleh masyarakat, tapi untuk kali ini kondisinya yang sudah patah dan ambruk masyarakat merasa berat karena perlu banyak material yang dibutuhkan.”

Di sisi lain, warga sangat mengharapkan perhatian pihak pemerintah pusat terutama bidang PU dan irigasi untuk membangun jembatan gantung serta normalisasi irigasi.

“Saat ini sudah terjadi pendangkalan dan penyempitan padahal air dari sungai tersebut mengairi sawah ratusan hektar terutama wilayah Kertaraharja dan Kuramekar,” harapannya.

Sementara itu, Kepala UPT Jembatan pada Dinas PUPR Pandeglang, Ade Suryana mengaku belum mendapatkan laporan terkait jembatan yang nyaris putus itu.

“Belum dapat laporan karena biasanya ke dinas langsung tapi nanti saya laporkan ke dinas juga kalau gitu, paling besok kami tindaklanjuti ke lapangan,” terangnya. (Med/Red)