Beranda Peristiwa Jembatan Kali Peng Tirtayasa Rusak Parah, Warga Minta Pemerintah Segera Perbaiki

Jembatan Kali Peng Tirtayasa Rusak Parah, Warga Minta Pemerintah Segera Perbaiki

Kondisi jembatan penghubung di Tirtayasa Kabupaten Serang memperihatinkan. (Istimewa)

KAB. SERANG — Jembatan Kali Peng di Desa Lontar, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, sejak 2020, kondisinya rusak parah. Warga terpaksa melintas di atas konstruksi darurat yang hanya ditopang plat besi.

Akses utama penghubung Desa Lontar dan Alang-alang itu kini menjadi ancaman nyata. Kerusakan yang dibiarkan berlarut-larut memicu kecelakaan berulang.

“Sejak dibangun, jembatan ini belum pernah diperbaiki, apalagi dibangun ulang,” kata warga Lontar, Payumi, Sabtu (18/4/2026).

Ia menegaskan, kondisi jembatan sudah sangat memprihatinkan. Plat besi yang dipasang seadanya tidak menjamin keselamatan pengguna.

“Masih bisa dilewati, tapi cuma ditopang plat besi. Kami khawatir ini makan korban lagi,” ujarnya.

Kekhawatiran itu terbukti. Sejumlah kendaraan dilaporkan terperosok, mulai dari truk sembako, mobil pengangkut es ikan, hingga sepeda motor yang tercebur.

“Sudah banyak kejadian. Motor saja sering jatuh,” ungkapnya.

Padahal, jembatan ini menjadi urat nadi aktivitas warga, baik untuk mobilitas harian maupun distribusi ekonomi. Warga dan pemerintah desa sudah berulang kali mendatangi DPUPR Kabupaten Serang untuk meminta perbaikan.

Namun hingga kini, janji tinggal janji. Rencana pembangunan yang disebut masuk anggaran murni 2025 tak pernah terealisasi.

“Kami sudah empat kali menghadap. Katanya dibangun 2025, tapi belum ada realisasi,” tegas Payumi.

Sementara, sorotan tajam kini datang dari DPRD Kabupaten Serang. Anggota Komisi IV, Azwar Anas, memastikan pihaknya akan segera memanggil Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Perkim untuk mengurai mandeknya program pembangunan, termasuk persoalan jembatan rusak di Tirtayasa.

“Dalam waktu dekat kami panggil PU dan Perkim. Program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat harus segera direalisasikan sesuai visi-misi bupati,” tegas Anas.

Ia menilai, lambannya pelaksanaan proyek berpotensi menurunkan kualitas pekerjaan. Jika kegiatan menumpuk di akhir tahun, faktor cuaca bisa menjadi hambatan serius.

Baca Juga :  Buntut Molornya Pembangunan Gedung Bank Banten, Komisi IV Akan Panggil Kontraktor

“Kalau terus terlambat, pekerjaan dikejar di akhir tahun. Ini rawan, kualitas bisa terganggu,” ujarnya.

Anas juga mendesak percepatan proses lelang untuk proyek-proyek yang sudah siap secara administrasi, mulai dari perencanaan hingga survei lokasi.

“Kalau dokumen sudah siap, lelang harus segera jalan. Targetnya pertengahan atau akhir April sudah bisa mulai dikerjakan,” katanya.

Terkait kondisi Jembatan Kali Peng yang kini hanya ditopang plat besi, Komisi IV memastikan akan turun langsung ke lokasi untuk mengecek kondisi riil.

“Kami akan survei langsung. Kalau memang krusial, harus segera ditangani,” ujarnya.

Ia menegaskan, penanganan jembatan tersebut bisa didorong masuk dalam anggaran perubahan tahun ini. Jika belum memungkinkan, pembangunan akan diprioritaskan pada 2027 dengan perencanaan dimulai tahun ini.

“Yang jelas, ini tidak bisa dibiarkan. Keselamatan warga jadi taruhan,” tegasnya.

Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah