
PANDEGLANG – Jembatan di Desa Mekarsari, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, yang ambruk saat dilintasi truk pengangkut pasir diperkirakan membutuhkan anggaran hingga Rp2,2 miliar untuk diperbaiki. Nilai itu diungkap Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pandeglang setelah melakukan perhitungan awal.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Pandeglang, Andrian Wisudawan mengatakan, jembatan tersebut merupakan kewenangan pemerintah kabupaten sehingga perbaikannya akan diupayakan oleh DPUPR.
“Terkait kewenangan ada di kabupaten. Perbaikan akan kita upayakan,” kata Andrian, Rabu (26/8/2026).
Namun, Andrian menegaskan proses perbaikan tidak bisa dilakukan secara instan. DPUPR harus lebih dulu menyusun perencanaan teknis karena jembatan tersebut merupakan bangunan yang dibangun pada 2017 melalui program Bantuan Presiden (Banpres).
“Berdasarkan informasi yang kami dapat, jembatan dibangun tahun 2017 lewat Banpres. Jadi penanganannya harus dimulai dari tahap perencanaan,” ujarnya.
Menurut Andrian, estimasi kebutuhan anggaran untuk membangun kembali jembatan dengan konstruksi sederhana mencapai sekitar Rp2,2 miliar. Saat ini, pihaknya masih melakukan inventarisasi kondisi jembatan sebagai dasar penyusunan rencana perbaikan.
“Dengan konstruksi sederhana, anggarannya sekitar Rp2,2 miliar. Saat ini kita inventarisasi dulu,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, jembatan sepanjang sekitar 25 meter dengan lebar 2,5 meter di Kampung Citoke, Desa Mekarsari, ambruk total saat dilintasi truk pengangkut pasir pada Minggu (23/8/2026). Truk tersebut terjun ke sungai setelah badan jembatan tiba-tiba runtuh.
Akibat peristiwa itu, akses penghubung Kampung Citoke dan Kampung Cieri lumpuh total. Warga pun terpaksa membuat jembatan darurat dari batang pohon kelapa agar aktivitas masyarakat, termasuk anak-anak yang berangkat ke sekolah, tetap bisa berlangsung.
Penulis : Mg-Madani Prasetia
Editor : TB Ahmad Fauzi