Beranda Peristiwa Jembatan di Cadasari Pandeglang Terancam Ambruk

Jembatan di Cadasari Pandeglang Terancam Ambruk

Pengendara melintasi jembatan di Cadasari yang hampir ambruk akibat terkikis longsor. (Memed/bantennews)

PANDEGLANG – Sebuah jembatan di Desa Koranji, Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, terancam ambruk setelah terkikis longsor. Kondisi tersebut dinilai sangat membahayakan, mengingat sebagian bahu jembatan sudah amblas terbawa longsoran tanah.

Jembatan Cinyiruan diketahui merupakan jalur penghubung antara Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, dengan Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang. Jembatan ini menjadi salah satu akses alternatif yang setiap hari digunakan oleh warga.

Warga Desa Koranji, Jaya (50), mengatakan longsornya bahu jembatan terjadi sekitar satu bulan lalu. Untuk mengantisipasi kecelakaan, warga setempat memasang tanda peringatan agar pengendara lebih berhati-hati saat melintas.

“Jembatan ini sempit, jadi kendaraan harus bergantian saat melintas. Amblasnya sudah sekitar sebulan lalu. Ini jalur alternatif menuju Ciomas, Kabupaten Serang,” ujar Jaya, Rabu (14/1/2026).

Ia menjelaskan, Jembatan Cinyiruan merupakan bangunan peninggalan zaman Belanda dan hingga kini belum pernah mendapat perbaikan dari pemerintah daerah.

“Ini jembatan peninggalan Belanda. Warga yang sekarang sudah sepuh dulu ikut membantu pembangunannya. Sampai sekarang belum pernah dibangun ulang,” katanya.

Jaya berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan agar masyarakat, khususnya pengguna jalan, tidak khawatir saat melintasi jembatan tersebut.

“Harapannya segera dibangun, karena ini jalur alternatif menuju Ciomas dan cukup banyak kendaraan yang melintas,” harapnya.

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni mengaku telah melihat langsung kondisi Jembatan Cinyiruan yang mengalami kerusakan akibat longsor. Ia menegaskan, kondisi tersebut harus segera ditangani karena membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Saya sempat melihat langsung ada satu jembatan yang rusak dan itu sangat membahayakan. Harus segera dikoordinasikan. Semakin cepat kita berkoordinasi, maka semakin cepat pula penanganannya,” ucap Andra Soni.

Penulis: Memed
Editor: Tb Moch. Ibnu Rushd