Beranda Peristiwa Jembatan Darurat di Cikeusik Pandeglang Hanyut Diterjang Banjir, Pelajar dan Warga Terisolasi

Jembatan Darurat di Cikeusik Pandeglang Hanyut Diterjang Banjir, Pelajar dan Warga Terisolasi

Jembatan darurat yang terbuat dari bambu yang berada di Desa Cikadongdong, Kecamatan Cikeusik, Pandeglang hanyut terbawa banjir

PANDEGLANG – Sebuah jembatan darurat yang terbuat dari bambu dan kayu di aliran Sungai Cipaas, Desa Cikadongdong, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten, hanyut terseret banjir. Jembatan tersebut selama ini menjadi akses utama warga, termasuk para pelajar, dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Jembatan itu biasanya dimanfaatkan pelajar menuju sekolah karena jaraknya lebih dekat dan memangkas waktu tempuh. Namun, kondisi tersebut berubah setelah jembatan hilang terbawa derasnya arus banjir.

Ayu Lestari, pelajar SMKN 5 Pandeglang, mengaku kebingungan untuk pulang lantaran akses yang biasa ia lintasi sudah tidak dapat digunakan.

“Ini mau pulang, tidak bisa karena jembatan hanyut. Sering kami rasakan kalau musim hujan,” ujarnya, Kamis (4/12/2025).

Ayu berharap Pemerintah Kabupaten Pandeglang segera membangun jembatan permanen agar warga tidak lagi khawatir setiap kali hujan turun.

“Kalau banjir saya tidak bisa sekolah karena tidak bisa lewat. Sekarang jembatan daruratnya pun hilang. Harapan saya pemerintah segera membangun jembatan permanen,” katanya.

Ketua BPD Desa Cikadongdong, Ruskanda, menambahkan bahwa hilangnya jembatan tersebut membuat warga harus memutar lebih jauh dengan waktu tempuh yang lebih lama untuk mencapai kampung di seberang sungai.

Ia mendesak Pemkab Pandeglang agar tidak tinggal diam melihat kondisi ini, mengingat jembatan tersebut merupakan infrastruktur vital bagi aktivitas masyarakat.

“Hingga saat ini, warga terpaksa mencari jalur alternatif yang jaraknya jauh dan tidak aman. Oleh karena itu, pemerintah harus segera turun tangan, karena jembatan ini menjadi akses pendidikan, ekonomi, dan kesehatan masyarakat setempat,” tegasnya.

Penulis : Memed
Editor : Usman Temposo