Beranda Peristiwa Jembatan Ambrol, Warga di Jawilan Terancam Terisolir

Jembatan Ambrol, Warga di Jawilan Terancam Terisolir

101
0
Jembatan gantung yang membentang di atas aliran Sungai Cibeurem sepanjang 35 meter, di Kampung Nusa, Desa Parakan, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang  ambrol.‎

SERANG – Jembatan gantung yang membentang di atas aliran Sungai Cibeurem sepanjang 35 meter, di Kampung Nusa, Desa Parakan, Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang  ambrol.‎ Akibatnya warga di seberang jembatan terancam terisolir lantaran tidak ada jalan lain untuk menyeberang.

Soleh Harianto, Ketua BPD Parakan mengatakan,  jembatan yang biasa digunakan oleh warga tersebut dibangun sekitar 2012 melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). Namun karena sudah lama tidak ada perbaikan, dan kondisi bangunan sudah lapuk, sehingga jembatan yang terbuat dari besi dan kayu tersebut kini ambrol.

“‎Kalau PNPM itu kan duitny‎a sedikit, tapi pengen dapat banyak (Bangunan jembatan ingin semuanya selesai-red), jadi besinya tipis,” kata Soleh kemarin.

Baca Juga :
loading...

Akibat ambrolnya jembatan tersebut, kata dia, warga  RT 03 dan 04, Kampung Nusa terancam terisolir. Mereka semua setiap harinya menggunakan jembatan tersebut lantaran tak ada akses lain untuk bepergian.

“Jadi Kampung Nusa itu satu RW ada empat RT, nah yang dua Rt itu posisinya ada di seberang sungai. Sehingga kalau jembatan itu ambruk ya lumpuh, itu juga sebenarnya kalau gak dibenerin sudah ambruk, setahun itu tiga kali kita perbaiki, kita urunan, cuma yang saya takutkan besinya sekarang sudah sambungan, sudah keropos,‎” katanya.

Kepala Seksi (Kasi) Perencanaan Teknis Jalan dan Jembatan pada DPUPR Kabupaten Serang Yadi Priyadi mengaku akan segera mengusulkan rencananya perbaikan jembatan tersebut pada anggaran perubahan 2018 ini. Perbaikan dilakukan terhadap kontruksi jembatan yang sudah rusak seperti  mengganti besi – besi yang sudah keropos.

“‎Jembatan gantung itu mah memang sudah lama yah, kemarin saya sdah lihat laporannya. Tapi mudah – mudahan perbaikannya gak banyak, mudah – mudhan dibawah Rp 500 juta, gak sampai banyak,” kata Yadi. (ink/red)

loading...