Beranda Politik Jelang Pencoblosan, Ini Tips dari Banten Bersih untuk Memilih Calon Kepala Daerah

Jelang Pencoblosan, Ini Tips dari Banten Bersih untuk Memilih Calon Kepala Daerah

78
0
Ilustrasi - foto istimewa rilitas.com

SERANG – Pilkada 2018 sudah di depan mata. Rabu, 27 Juni 2018 merupakan pencoblosan dan penghitungan suara Pilkada di empat kabupaten dan kota di Banten. Tahapan itu adalah yang sangat menentukan untuk mendapat pemimpin daerah yang sesuai dengan harapan masyarakat di Banten.

Koordinator Banten Bersih, Gufroni menyatakan perlu ada jurus jitu untuk memilih Calon Walikota/Bupati yang benar-benar serius untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat. Adapun jurus jitu itu sebagai berikut. “Pertama pelajari visi dan misi serta program dari para calon untuk mengetahui seberapa realistis untuk bisa diwujudkan atau angan-angan belaka. Mengapa hal ini penting, karena visi, misi dan program biasanya bagus dan hebat, tapi yang lebih penting apakah hal tersebut realistis untuk diwujudkan atau kah tidak,” kata Gufroni melalui pesan tertulisnya, Senin (25/6/2018).

Selanjutnya, Gufroni menyebutkan, agar masyarakat menelusuri rekam jejak calon. Hal ini bisa mudah dilakukan dengan mengetik nama calon melalui ponsel pintar. “Luangkan waktu 5-10 menit untuk mengetahui profil para calon. Di dunia internet akan sangat mudah mengetahui profilnya, apakah punya masalah dalam karir atau di rumah tangganya, termasuk apakah pernah terlibat masalah hukum ataukah tidak,” ujar dia.

Kemudian memastikan bahwa para calon tidak memiliki konflik kepentingan. “Misal para calon itu tidak terlibat dalam proyek-proyek yang bersumber dari APBD atau memiliki hubungan dengan pihak pengusaha yang bermasalah atau ada hubungan dengan politik dinasti.”

Lalu, memastikan hak pilih Anda adalah murni karena hasil keputusan pribadi bukan dipengaruhi pihak luar misal karena di intimidasi, karena bujuk rayu atau janji-janji atau karena politik uang. “Meski di Banten ada fenomena calon tunggal di tiga kabupaten dan kota bukan berarti Anda apriori dan pesimis. Sebagai warga yang baik, tetaplah gunakan hak pilih Anda. Bisa coblos calon atau kotak kosong.”

Sebagai warga yang punya hak pilih, lanjut dia, wajib untuk menolak praktik politik uang baik berupa materi maupun janji dari para calon, tim kampanye, tim sukses, simpatisan atau siapapun yang akan mencoba mempengaruhi pilihan.

“Bila menemukan dugaan kecurangan atau pelanggaran Pilkada maka harus segera dilaporkan ke pengawas pemilu terdekat untuk segera dilakukan penindakan terhadap pelaku pelanggaran tersebut.
Demikian jurus jitu untuk mendapatkan calon pemimpin yang benar-benar sesuai harapan kita semua yakni pemimpin berjiwa anti korupsi dan mampu mensejahterakan rakyat secara keseluruhan,” tandasnya. (You/Red)