
KAB. TANGERANG – Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H, Pemerintah Kabupaten Tangerang mulai mengantisipasi potensi lonjakan harga kebutuhan pokok. Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid turun langsung memantau kondisi pasar tradisional di Pasar Curug, Jumat (22/5/2026).
Didampingi jajaran PD Pasar, PT Mitra Kerta Raharja (MKR), serta sejumlah kepala OPD, Maesyal mengecek harga dan stok bahan pangan yang biasa mengalami kenaikan menjelang hari besar keagamaan.
Dari hasil pemantauan, sejumlah komoditas utama masih bertahan di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Pemerintah daerah mencatat setidaknya ada 15 bahan pokok yang harganya relatif stabil, mulai dari beras, minyak goreng, gula, telur, daging hingga cabai.
“Yang kami lihat hari ini, kondisi pasar masih cukup terkendali. Harga beberapa komoditas memang bergerak, tapi belum melewati batas HET,” kata Maesyal di sela monitoring.
Untuk beras premium, pedagang menjual di kisaran Rp14.500 hingga Rp14.667 per kilogram. Sementara beras medium dan SPHP masih berada di angka Rp12.500 per kilogram. Adapun gula pasir kemasan dijual sekitar Rp17.500 per kilogram.
Selain itu, harga minyak goreng, daging ayam, daging sapi, telur ayam, bawang putih, hingga cabai rawit dan cabai merah juga dinilai masih dalam kondisi normal dibanding tren kenaikan menjelang Iduladha tahun-tahun sebelumnya.
Menurut Maesyal, kestabilan harga di Pasar Curug tidak lepas dari peran pedagang yang tetap menjaga distribusi dan stok barang tetap tersedia di tengah meningkatnya permintaan masyarakat.
Pemkab Tangerang juga mengaku telah menyiapkan langkah antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan harga, termasuk operasi pasar di sejumlah titik pasar tradisional.
Langkah itu dilakukan untuk menjaga pasokan tetap lancar sekaligus menekan potensi spekulasi harga menjelang Iduladha.
Tim Redaksi