SERANG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memperketat pengawasan lalu lintas hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha. Kebijakan ini menjamin kelayakan dan kesehatan hewan yang masuk ke wilayah Banten.
Kepala Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Banten, M Nasir menyatakan, pihaknya menyiapkan langkah strategis menghadapi momentum kurban tahun ini.
Ia menegaskan, tim kesehatan hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) akan turun langsung memastikan keamanan hewan kurban.
“Tim kesehatan hewan dan Kesmavet akan menjamin hewan kurban di Banten aman,” ujar Nasir, Selasa (28/4/2026).
Nasir menjelaskan, pengawasan difokuskan pada pemeriksaan fisik dan kelengkapan dokumen hewan yang diperjualbelikan. Ia menekankan, setiap hewan kurban yang masuk ke Banten wajib mengantongi sertifikasi veteriner resmi dari dokter hewan daerah asal.
“Hewan yang masuk harus memiliki sertifikasi veteriner dari dokter hewan setempat,” tegasnya.
Ia memastikan, aturan tersebut berlaku tanpa toleransi. Pengelola lapak hewan kurban wajib memenuhi seluruh persyaratan dokumen.
“Surat keterangan dokter wajib ada. Kalau tidak, kami tolak,” katanya.
Pemprov Banten, lanjut Nasir, juga menjadwalkan monitoring intensif ke lapak penjualan hewan kurban di seluruh kabupaten/kota hingga 25 Mei.
Tim kesehatan hewan akan memeriksa langsung kondisi fisik ternak untuk mencegah penyebaran penyakit, termasuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
Nasir menyebut, petugas lapangan meningkatkan koordinasi dengan dokter hewan setempat guna mengawasi jalur distribusi, meski tanpa pos pemeriksaan khusus.
“Kami tetap waspada terhadap berbagai penyakit, termasuk PMK. Sejauh ini aman, tetapi pengawasan terus kami perketat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kebutuhan hewan kurban di Banten mencapai puluhan ribu ekor dan masih bergantung pada pasokan dari luar daerah seperti Garut dan wilayah Jawa Barat.
Tingginya permintaan serta keterbatasan populasi ternak lokal memicu kondisi tersebut, terlebih karena kedekatan Banten dengan Jakarta.
Selain pengawasan, pemerintah juga mendorong peningkatan populasi ternak melalui berbagai program, termasuk bantuan domba dan kambing kepada masyarakat.
“Kami dorong peternak lokal agar ke depan mampu memenuhi kebutuhan hewan kurban secara mandiri,” tandasnya.
Penulis : Audindra Kusuma
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
