Beranda Pilkada Serentak 2020 Jangan Remehkan Anak Berkebutuhan Khusus

Jangan Remehkan Anak Berkebutuhan Khusus

Anggota DPR RI fraksi PDI Perjuangan, Ichsan Soelistio. (Ist)

SERANG – Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) kerap dipandang sebelah mata. Namun tidak bagi anggota DPR RI fraksi PDI Perjuangan, Ichsan Soelistio. Ichsan menilai ABK memiliki bakat dan kemampuan sendiri yang unik.

“Pemerintah juga harus berperan lebih serius dalam menangani difabel ini karena mereka pun memiliki kemampuan sendiri sendiri. Seperti tadi ada yang bisa nyanyi, bermain musik dan kerajinan tangan,” kata Ichsan usai melakukan kunjungan dalam rangka hari difabel internasional di Yayasan Anak Mandiri Banten, Kota Serang, Senin (3/12/2018).

Menurutnya, saat ini perhatian pemerintah terhadap penyandang disabilitas masih setengah-setengah. Padahal, aturan yang mengatur tentang disabilitas sudah ada. “Pemerintah harus menampung 2 persen dari karyawannya untuk difabel dan perusahaan swasta 1 persen, itu harus kita pelajari apakah memang sudah diterapkan dengan baik,” ucapnya.

Untuk menggali bakat dan kemampuan mereka, ujar Ichsan, harus ada pembinaan sejak usia dini dan membutuhkan waktu yang panjang. Hal itulah yang saat ini belum terealisasi. “Sehingga untuk mengatasi difabel ini semua harus dimulai dari bawah, dari masih muda muda,” ujarnya.

Pendiri Yayasan Anak Mandiri Banten, Chritsiana menyatakan, perhatian dari pemerintah sudah ada. Namun, dalam realisasinya masih perlu pengawalan dan banyak support.

“Kalau untuk kemampuan mereka sendiri, ABK itu sebetulnya mampu dibina. Kalau kita tangani dengan tepat terus pada usia dini itu bisa lebih baik, memang gak bisa waktu pendek ya butuh waktu yang cukup panjang,” tuturnya.

Dengan kehadiran anggota DPR RI ke yayasannya, ia mengaku senang karena sudah merasa diperhatikan dan dipedulikan. Menurutnya, kepedulian bisa dalam bentuk apapun, tidak hanya berupa materil semata. “Harapannya bentuk nyata yang kita butuhkan, contohnya dukungan dalam bentuk nyata, entah itu alat bantu untuk anak yang gak mampu itu bisa terealisasi,” ujarnya. (You/Red)