
PANDEGLANG – Jalur pendakian Gunung Pulosari di Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, resmi ditutup hingga akhir Desember 2025.
Keputusan itu berdasarkan hasil musyawarah warga dari beberapa desa di Kecamatan Mandalawangi, Kamis (11/12/2025).
Diketahui, musyawarah itu mengagendakan terkait pembukaan dan penutupan jalur pendakian di Gungung Pulosari, seiring dengan memanasnya situasi di masyarakat.
Hadir dalam acara tersebut Camat Mandalawangi Yani, Kapolsek Mandalawangi AKP Darwin Khairul Syafari, Danramil Kapten Inf. Supriatin, tokoh masyarakat H Edi dan H Mumin, Kepala Desa Pari Yadi Suprito, Kepala Desa Cikondang Agus Apip, perwakilan KRPH Mandalawangi, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan pengelola jalur pendakian Gunung Pulosari.
Camat Mandalawangi, Yani mengaku, harus segera menyelesaikan masalah ini karena situasi sudah mulai tidak kondusif dan dikhawatirkan bisa mengarah ke arah yang lebih berbahaya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak baik yang mendukung dan yang menolak diberikan waktu untuk menyampaikan pendapatnya.
“Musyawarah terkait jalur pendakian Gunung Pulosari yang belakangan ramai dipersoalkan sudah dilaksanakan,” katanya.
Berdasarkan hasil musyawarah dan keputusan Perhutani, disepakati jalur pendakian ke Gunung Pulosari untuk sementara ditutup hingga akhir Desember 2025.
“Kelanjutan pendakian menunggu keputusan Pemkab Pandeglang dan Dinas LHK Provinsi Banten,” ungkapnya.
Sebelumnya, beredar video dan pernyataan puluhan warga dari tiga desa di Kecamatan Pulosari yakni Desa Cikoneng, Pandat, dan Cilentung yang menuntut pendakian Gunung Pulosari ditutup.
Warga beralasan bahwa jalur pendakian tidak hanya digunakan untuk menikmati alam namun banyak oknum yang memanfaatkan untuk melakukan perilaku tidak senonoh. Warga juga khawatir jika jalur pendakian terus dibuka maka akan menimbulkan bencana alam seperti longsor.
Penulis : Memed
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd