Beranda Pemerintahan Jalan Rusak Sudah Puluhan Tahun, Warga di Pandeglang Minta Perhatian Pemkab

Jalan Rusak Sudah Puluhan Tahun, Warga di Pandeglang Minta Perhatian Pemkab

1026
0
jalan desa di Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang kondisinya memprihatinkan karena rusak parah - foto istimewa iNews.id

PANDEGLANG  – Puluhan kilometer jalan desa di Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang kondisinya memprihatinkan karena rusak parah. Karena tidak bisa dilintasi kendaraan, seorang pasien kritis terpaksa dibopong warga berjalan kaki tandu dari kain sarung.

Jalan rusak di antaranya berada di Kampung Gebluk, Desa Tanjungan. Pantuan yang dilansir iNews.id, warga membopong seorang anggota keluarganya yang sakit dengan tandu bambu dan sarung. Mereka melintasi jalan berlumpur dan becek menuju pusat pelayanan kesehatan terdekat.

Dalam rekaman video amatir, banyak motor dan mobil yang nekad melintas di jalan tersebut. Namun roda kendaraan mereka malah terendam lumpur basah, sehingga menyulitkan bergerak. Bahkan, warga ramai-ramai membantu evakuasi mobil yang terjebak di sana.

Para pelajar pun merasakan mirisnya berdomisili di sekitar jalan berlumpur tersebut. Mereka harus berjalan kaki kurang lebih sejauh tiga kilometer menuju sekolah. Sebab, tidak ada jalur tersebut memang tidak dilewati kendaraan.

“Inginnya jalan di aspal. Biar kalau jalan ke sekolah tidak harus lepas sepatu,” kata seorang siswa SD di Kampung Gebluk, Wawan, Jumat (1/2/2019).

Ternyata, bukan baru-baru ini saja belasan kilometer jalan di sana dalam kondisi rusak parah. Sudah puluhan tahun Pemerintah Provinsi Banten serta Pemerintah Kabupaten Pandeglang tak melirik infrastruktur di desa tersebut.

“Sudah lama banget seperti ini. Sejak saya kecil jalannya memang sudah berlumpur begini,” kata Nani (40) seorang ibu rumah tangga di wilayah tersebut.

Di saat musim pemilu, kata dia, banyak calon-calon legislatif dan kepala daerah yang datang ke kampung tersebut memberikan janji akan membenahi jalan di sana. Sayangnya, sampai sekarang tidak ada yang direalisasikan.

Masalahnya, di musim penghujan kondisi jalan akan semakin parah. Aktivitas warga bisa sampai lumpuh, karena mereka sudah tidak mungkin melintasi jalur berlumpur tersebut meski harus berjalan kaki. (Red)