PANDEGLANG – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Pandeglang, Roni, merespons keluhan pengelola wisata terkait kerusakan jalan menuju kawasan Gunung Karang. Kerusakan akses tersebut disebut telah menurunkan jumlah kunjungan wisatawan hingga 50 persen.
Roni mengakui kondisi jalan menuju Gunung Karang menjadi perhatian pemerintah daerah. Meski begitu, DPUPR belum dapat memulai pembangunan meski sudah beberapa kali melakukan survei dan peninjauan ke lokasi.
“Sudah kita survei ke sana. Cuma kalau sekarang memang belum bisa kita kerjakan. Padahal itu menjadi prioritas karena lokasinya berada di zona satu atau ring satu,” kata Roni kepada BantenNews.co.id, Senin (6/7/2026).
Menurut Roni, pembangunan jalan harus melalui tahapan perencanaan. DPUPR terlebih dahulu harus menyusun Detail Engineering Design (DED) sebagai syarat untuk mengajukan anggaran pembangunan.
Ia menjelaskan, Pemkab Pandeglang akan mengusulkan sejumlah ruas jalan, termasuk akses menuju Gunung Karang, kepada Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU).melalui skema jalan lintas daerah.
Pemkab juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Banten agar proyek tersebut masuk dalam program pembangunan tahun 2027.
Namun, Roni membuka peluang percepatan pembangunan apabila pemerintah provinsi menyediakan dukungan anggaran pada tahun ini.
“Insya Allah akan kita tindak lanjuti. Mudah-mudahan kalau memang bisa dikerjakan tahun ini ya tahun ini. Kalau tidak, kita ajukan ke provinsi,” ujarnya.
Sebelumnya, para pengelola wisata di kawasan Gunung Karang mengeluhkan penurunan jumlah wisatawan hingga sekitar 50 persen dalam tujuh bulan terakhir.
Mereka menilai kerusakan jalan menjadi penyebab utama wisatawan enggan berkunjung dan mendesak pemerintah segera memperbaiki akses menuju destinasi wisata tersebut.
Penulis : Mg-Madani Prasetia
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
