LEBAK — Akses vital penghubung tiga kecamatan di Kabupaten Lebak yakni Muncang, Sajira, dan Cimarga, terputus akibat longsor dan hujan deras. Jalan amblas, kendaraan tak bisa melintas, aktivitas warga pun lumpuh.
Dampaknya langsung terasa. Distribusi hasil pertanian tersendat, mobilitas warga terganggu, hingga akses pendidikan dan layanan kesehatan ikut terhambat.
Ketua PMII Rayon Fisip, Ronal Pangundes, menilai kondisi ini sebagai bukti lemahnya perhatian terhadap infrastruktur di wilayah tersebut. Ia mendesak Dinas PUPR Lebak segera turun tangan, bukan sekadar meninjau.
“Jalan ini sudah lama rusak dan dibiarkan. Sekarang benar-benar putus, pemerintah jangan lagi tutup mata,” tegas Ronal, Jumat (3/4/2026).
Menurutnya, jalur tersebut merupakan urat nadi ekonomi warga di tiga kecamatan. Ia menekankan, perbaikan tidak boleh asal-asalan, tetapi harus berbasis perencanaan matang agar tahan terhadap bencana.
“Jangan hanya tambal sulam. Bangun dengan kualitas yang kuat supaya tidak terulang,” ujarnya.
Meski pemerintah daerah disebut telah meninjau lokasi dan menyiapkan langkah darurat, Ronal menilai belum ada tindakan konkret di lapangan. Warga pun kini menunggu realisasi, bukan janji.
“Peninjauan sudah, tapi aksi belum ada. Warga butuh solusi cepat,” katanya.
Putusnya akses ini menjadi ujian bagi komitmen pemerintah daerah dalam membenahi infrastruktur, terutama di wilayah rawan bencana.
Penulis : Sandi Sudrajat
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
