Beranda Sosial dan Budaya Jalan Menuju Stasiun Rangkasbitung Rusak

Jalan Menuju Stasiun Rangkasbitung Rusak

307
0
Akses jalan menuju ke Stasiun Rangkasbitung yang rusak. (Ali/bantennews)

 

LEBAK – Akses jalan menuju Stasiun Kereta Api Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, kondisinya rusak berat. Bahkan, jika diguyur hujan ruas jalan tersebut tampak berkubang air sehingga rawan bagi pengguna jalan saat melintasinya, khususnya roda dua.

Mulyana, warga yang melintasi jalan tersebut mengatakan, ruas jalan yang kondisinya sudah rusak berat seharusnya menjadi perhatian  pemerintah apalagi ruas jalan ini cukup ramai dilintasi masyarakat  menuju ke stasiun atau ke Pasar Rangkasbitung.

”Lihat saja, hujan turun jalan yang rusak digenangi air. Jelas, kondisi seperti ini sangat membahayakan pengguna jalan khususnya kendaraan roda dua,” ujarnya, Kamis (18/10/2018).

Bapak dua anak ini berharap kepada pemerintah untuk segera memperbaiki ruas jalan ini. Karena, kerusakan ini sudah tidak bisa dibiarkan lagi terlebih ruas jalan ini berada di pusat kota Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Lebak.

”Saya harapkan untuk segera diperbaiki ruas jalan ini. Jalan yang bagus jelas bisa berdampak positif bagi kelancaran aktivitas masyarakat,” katanya.

Warga Rangkasbitung lainnya, Rohim mengatakan, kerusakan ruas jalan ini sudah  lama tapi sampai saat ini belum ada perbaikan apapun dari dinas terkait. Oleh karena itu, agar jalan ini tidak membuat masyarakat khawatir dengan keselamatannya maka ruas jalan ini harus segera diperbaiki.

”Saya gak tahu kewenangan siapa perbaikan jalan ini, tapi yang jelas saya pelaku usaha yang setiap hari di pasar Rangkasbitung berharap untuk segera diperbaiki guna kelancaran aktivitas saya dan orang lain,”ujarnya.

Namun demikian, pihaknya juga berharap ada tindakan tegas dari pihak Dinas Perhubungan (Dishub) atau pihak Stasiun untuk mencegah alat transportasi umum jenis angkot melintasi ruas jalan ini.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Lebak Wawan Kuswanto belum bisa dikonfirmas. Telepon genggamnya sulit dihubungi. (Ali/bantennews)