SERANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mulai menutup total Jalan Frontage Unyur-Kaligandu mulai 15 Mei 2026 seiring dimulainya pembangunan Flyover Frontage Unyur.
Penutupan berlangsung selama lima bulan dan diperkirakan mengubah arus mobilitas warga di kawasan Kaligandu, Unyur, hingga Trondol.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Serang, Ibra Gholibi, mengatakan pemerintah telah mengecek sejumlah jalur alternatif yang akan digunakan masyarakat selama proyek berjalan. Salah satu titik yang menjadi perhatian berada di kawasan Perumahan Taman Mutiara Indah.
“Karena ada penutupan jalan frontage terkait pembangunan flyover, maka jalan alternatif yang menghubungkan Kelurahan Trondol dan Kota Serang, termasuk akses terowongan, harus dalam kondisi baik,” kata Ibra, Selasa (12/5/2026).
Ibra menyebut sejumlah ruas jalan alternatif mengalami kerusakan dan harus segera diperbaiki. Pemkot Serang kini menyiapkan pengaspalan hotmix sepanjang sekitar 100 meter serta perbaikan jembatan yang rusak.
“Ada beberapa titik rusak. Kami akan hotmix kurang lebih 100 meter dan membongkar jembatan yang rusak untuk diperbaiki kembali,” ujarnya.
Selain jalan rusak, genangan air di pintu masuk utama perumahan juga menjadi sorotan karena mempercepat kerusakan aspal.
“Di gerbang utama kondisinya sudah hancur dan sering tergenang air. Itu akan kami tangani memakai anggaran pemeliharaan,” katanya.
Pemkot Serang menargetkan seluruh perbaikan jalur alternatif rampung bulan depan agar pengalihan arus tidak memicu kemacetan parah.
Sementara itu, Lurah Unyur, Nana Heryatna, meminta masyarakat memahami penutupan jalan tersebut karena proyek flyover ditujukan untuk mengurai kemacetan di kawasan Unyur.
“Untuk sementara Jalan Frontage tidak bisa dilintasi kendaraan karena pembangunan flyover. Kami minta masyarakat memaklumi kondisi ini,” ujarnya.
Pemkot juga menyiapkan jalur alternatif melalui Perumahan Bumi Harapan Serang (BHS). Namun akses tersebut hanya dapat dilalui kendaraan roda dua.
“Kami siapkan jalur alternatif lewat BHS meski hanya cukup untuk motor. Setidaknya bisa membantu mengurangi kepadatan lalu lintas,” katanya.
Pembangunan Flyover Frontage Unyur sebelumnya sempat tertunda bertahun-tahun akibat persoalan izin dan anggaran. Kini proyek tersebut mulai berjalan dengan dukungan dana dari Pemerintah Provinsi Banten.
Penulis : Ade Faturohman
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
