Beranda Peristiwa Jalan di Badak Anom Tangerang Mulus Setelah 20 Tahun Rusak, Kini Siswa...

Jalan di Badak Anom Tangerang Mulus Setelah 20 Tahun Rusak, Kini Siswa Tak Perlu Lepas Sepatu

Gubernur Banten Andra Soni saat meresmikan jalan Desa Badak Anom yang dibangun melalui program Bang Andra. (Foto: Istimewa)

KAB. TANGERANG – Warga Desa Badak Anom, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, kini dapat menikmati akses jalan yang layak setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten membangun jalan melalui program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra).

Jalan poros Desa Sindang Asih–Badak Anom yang menjadi akses utama menuju wilayah Pasar Kemis tersebut sebelumnya mengalami kerusakan parah dan dibiarkan tanpa perbaikan signifikan selama kurang lebih 20 tahun.

Kondisi jalan yang hanya berupa tanah merah dengan kubangan di sepanjang lintasan kerap dikeluhkan warga karena sulit dilalui, terutama saat musim hujan. Bahkan, beberapa waktu lalu aksi simbolis seorang warga yang menanam padi di badan jalan sempat viral di media sosial. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes karena jalan tersebut terakhir kali hanya mengalami pengerasan sekitar dua dekade lalu tanpa perbaikan lanjutan.

Gubernur Banten Andra Soni memastikan, dengan selesainya pembangunan jalan tersebut, masyarakat kini dapat merasakan langsung peningkatan pelayanan infrastruktur. Tidak hanya mempermudah mobilitas warga, perbaikan jalan juga berdampak positif terhadap aktivitas pendidikan.

“Karena jalan ini melewati sekolah, sekarang anak-anak tidak perlu lagi melepas sepatu saat berangkat ke sekolah,” kata Andra usai meresmikan jalan tersebut, Senin (19/1/2026).

Jalan yang dibangun dengan konstruksi beton itu memiliki panjang 1,3 kilometer dan lebar 4 meter, dengan anggaran sebesar Rp6,1 miliar. Pembangunan dilakukan berdasarkan hasil koordinasi antara Pemerintah Provinsi Banten dan pemerintah daerah setempat.

Ke depan, Andra menegaskan kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten akan terus diperkuat agar pembangunan infrastruktur dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat Banten.

“Koordinasi akan terus kita tingkatkan dengan para bupati terkait pembagian tugas pembangunan jalan. Masyarakat harus merasakan langsung manfaatnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Listrik di Masjid Agung Cilegon Padam Berhari-hari, Ini Kata Ketua DKM

Selain pembangunan jalan, Andra juga menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) untuk perbaikan sistem irigasi guna mendukung produktivitas pertanian.

“Di wilayah ini terdapat sekitar 500 hektare sawah produktif. Insyaallah, irigasinya akan ditangani oleh Balai C3,” tandasnya.

Penulis: Saepulloh
Editor: Usman Temposo