Beranda Peristiwa Jaga Kesehatan Pertanian, OPTK Tanaman di Banten Diburu

Jaga Kesehatan Pertanian, OPTK Tanaman di Banten Diburu

Petugas Karantina Pertanian Cilegon memburu Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) atau Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK)

CILEGON – Guna mengetahui daerah sebar Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) atau Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) sangat penting dilakukan. Untuk mengetahui sebaran OPT atau OPTK tersebut, Karantina Pertanian Cilegon bekerjasama dengan Dinas Pertanian Provinsi Banten melakukan pengamatan secara langsung pada pertanaman unggulan di Provinsi Banten.

Kepala Karantina Pertanian Cilegon, Arum Kusnila Dewi menugaskan Pejabat Karantina Tumbuhan untuk mengamati secara langsung ke lokasi pertanaman unggulan.

Arum menyebutkan bahwa pemantauan tahun ini untuk menindaklanjuti Surat Edaran Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati Badan Karantina Pertanian Nomor. B-2150/KR.020/K/1/2021 tentang Pelaksanaan Pemantauan OPTK 2021.

“Adapun target pemantauan di Provinsi Banten khususnya di Kabupaten Serang, Kota Serang dan Kota Cilegon diantaranya adalah padi dengan target OPTK bakteri Dickeya chrysanrhemi, cendawan Fusarium graminearum. Sedangkan pada jagung adalah cendawan Pheronosclerospora philinensis, bakteri Pseudomonas viridfflava, serangga Cicadulina bipunctata. Selanjutnya pada tanaman buah adalah Bactfocera occipitalis dan tanaman lain sebagainnya,” terang Arum melalui keterangan tertulis, Minggu (4/7/2021).

Sejalan dengan Arum, Heppy Diaty Subkoordinator Karantina Tumbunan telah membagi tiga kelompok tim untuk melakukan pengamatan di tiga wilayah Kabupaten atau Kota tersebut. Pemantauan dilaksanakan dari awal bulan hingga akhir bulan Juni 2021.

“Selanjutnya sampel atau contoh temuan tanaman bergejala beserta tanah dan serangga yang ditemukan dilapangan akan diserahkan kepada petugas laboratorium Karantina Pertanian Cilegon untuk dilakukan pemeriksaan dan pengamatan lebih lanjut. Kemudian hasil dari pengamatan dilapangan dan dilaboratorium akan diseminarkan secara lokal maupun nasional,” pungkas Heppy.

(Man/Red)