SERANG – Momen Lebaran identik dengan beragam hidangan lezat seperti opor, rendang, hingga kue kering. Di balik itu, masyarakat perlu tetap menjaga pola makan agar kesehatan tidak terganggu setelah sebulan berpuasa.
Mengonsumsi makanan secara berlebihan saat Lebaran berisiko memicu gangguan pencernaan hingga lonjakan gula darah.
Karena itu, pengaturan porsi menjadi kunci utama. Masyarakat tetap bisa menikmati berbagai hidangan khas, namun dalam jumlah yang wajar.
Selain itu, keseimbangan asupan juga perlu diperhatikan. Makanan bersantan dan berlemak sebaiknya diimbangi dengan konsumsi sayur dan buah untuk membantu proses pencernaan.
Minuman manis yang kerap tersaji saat Lebaran juga perlu dibatasi. Air putih tetap menjadi pilihan utama untuk menjaga metabolisme tubuh dan mencegah dehidrasi.
Pola makan yang baik juga ditentukan oleh cara makan. Mengonsumsi makanan secara perlahan membantu tubuh mengenali rasa kenyang sehingga dapat mencegah makan berlebihan.
Di sisi lain, aktivitas fisik tetap diperlukan meski suasana libur. Jalan santai atau aktivitas ringan setelah makan dapat membantu membakar kalori dan menjaga kebugaran.
Masyarakat juga diimbau menghindari makan dalam porsi besar pada malam hari, terutama makanan berat dan bersantan.
Setelah Lebaran, pola makan seimbang perlu segera diterapkan kembali agar kondisi tubuh tetap terjaga.
Dengan pengaturan asupan yang tepat, momen Lebaran tetap bisa dinikmati tanpa mengorbankan kesehatan.
Tim Redaksi
