Beranda Pemerintahan Jadi Tujuan Migrasi Terbesar, DKCS Cilegon Bakal Data Warga Pendatang Non Permanen

Jadi Tujuan Migrasi Terbesar, DKCS Cilegon Bakal Data Warga Pendatang Non Permanen

Kepala DKCS Kota Cilegon, Soleh

CILEGON – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (DKCS) Kota Cilegon mulai tahun 2019 mendatang bakal mulai melakukan pendataan kepada warga pendatang non permenan di Kota Industri.

Ini dikarenakan saat ini Cilegon merupakan salah satu wilayah yang menjadi tujuan migrasi warga luar Cilegon untuk mencari peruntungan.

Namun begitu, keberadaan warga Pendatang non permanen ini luput dari pantauan. Sehingga dikhawatirkan bisa menjadi ancaman kondusifitas di Cilegon.





Hal itu juga Ditegaskan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten,
Agoes Soebeno. Dia menyatakan bahwa Cilegon merupakan wilayah terbesar kedua nasional tujuan migrasi warga luar daerah. Tujuannya mencari kerja.

“UMK Cilegon itu tinggi, ini jelas menarik perhatian warga luar Banten untuk datang ke sini, migrasinya penduduk wilayah lain ke Banten dan Cilegon. Migrasinya penduduk wilayah lain ke Banten dan Cilegon itu besar kedua di Indonesia. Mereka datang dari berbagai daerah seperti dari Tegal, Lampung, Jambi, dan lainnya masuk ke Banten dan Cilegon,” terangnya, Selasa (4/12/2018).

Sementara itu Kepala DKCS Cilegon, Soleh menyatakan bahwa memaklumi jika Cilegon menjadi daya tarik warga luar daerah datang ke Cilegon. Sebab, Cilegon merupakan pusat hulu industri dan memiliki upah yang cukup tinggi.

Namum demikian, kata dia, keberadaan para warga pendatang ini kebanyakan tak mengikuti prosedur yang berlaku yakni tidak membawa surat domisili atau tinggal sementara.

“Kebanyakan warga pendatang non permenan ini tinggal di kontrakan. Namun jarang sekali yang membawa surat domisili,” katanya, Rabu (5/12/2018).

Namum begitu, lanjutnya, warga pendatang tersebut kebanyakan tak bertempat tinggal lama di Cilegon. Seban hanya menunggu informasi lapangan pekerjaan saja.

“Jadi mereka itu keluar masuk. Tidak sampai setahun di Cilegon, mereka pulang ke daerah asalnya kalau misalkan tak dapat pekerjaan,” ucapnya. (Man/Red)