Beranda Bisnis Jadi Komoditas Unggulan, Panen Manggis di Lebak Tembus 7 Ribu Ton per...

Jadi Komoditas Unggulan, Panen Manggis di Lebak Tembus 7 Ribu Ton per Tahun

Buah manggis Lebak. (Ist)

LEBAK – Jadi komoditas unggulan di sektor holtikultura, hasil panen manggis di Kabupaten Lebak, menembus angka 7 ribu ton pertahun.

Kepala Dinas Pertanian Lebak, Rahmat Yuniar mengatakan, bahwa saat ini manggis menjadi salah satu komoditas holtikultura yang mampu menjadi penopang pendapatan bagi para petani sejumlah wilayah di Kabupaten Lebak.

“Daerah penghasil buah manggis di Kabupaten Lebak ada di kecamatan Bayah, Cibeber, Lebakgedong, Muncang, Leuwidamar, Gunungkencana, Cipanas, Sajira, Curugbitung, Cirinten, Bojongmanik, Cijaku dan Cigemblo,” kata Rahmat kepada wartawan Jumat (21/8/2026).

Dikatakan Rahmat, penyebaran sentra produksi manggis di beberapa Kecamatan itu menunjukkan besarnya potensi sektor pertanian di Kabupaten Lebak.

“Manggis ini memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi di pasaran, sehingga dapat menjadi salah satu sumber tambahan pendapatan masyarakat, khususnya para petani di wilayah sentra penghasil,” ungkapnya.

Menurut Rahmat, pengelolaan komoditas pertanian perlu dilakukan secara berkelanjutan. Hal ini mencakup peningkatan produktivitas lahan serta menjaga kualitas hasil panen agar mampu bersaing di pasar lokal maupun global.

“Selain produktivitas dan kualitas, akses pemasaran juga menjadi faktor penting. Dengan pemasaran yang baik, hasil pertanian masyarakat akan memiliki nilai tambah yang lebih optimal,” ujarnya.

Rahmat menegaskan, keberadaan sejumlah sentra penghasil manggis ini menjadi bukti bahwa Kabupaten Lebak memiliki kekayaan sumber daya pertanian yang dapat diberdayakan untuk mendukung ketahanan pangan dan perekonomian daerah.

“Ini salah satu bukti bahwa Lebak sumber daya nya melimpah. Contohnya manggis ini bisa menjadi salah satu komoditas penopang ketahanan pangan,” tegasnya.

Sementara itu, salah satu petani manggis Agus menyampaikan, bahwa saat musim panen manggis tiba. Dirinya pasti disibukan dengan aktivitas memanen dan berjualan.

“Alhamdulillah kalau musim panen saya di kebun terus tiap hari, selesai dari kebun langsung jualan. Lumayan buat nambah-nambah kebutuhan ekonomi keluarga,” tandasnya.

Baca Juga :  Kementan Dorong Bawang Putih Lokal Masuk Pasar Konsumsi

Penulis : Mg-Aldo Marantika

Editor : TB Ahmad Fauzi